Israel Murka usai AS Abstain Resolusi DK PBB Serukan Gencatan di Gaza

Selasa, 26 Maret 2024 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercinews.com- Israel murka setelah mengetahui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) berhasil mengesahkan resolusi seruan gencatan senjata segera di Jalur Gaza Palestina pada Senin (25/3) waktu Amerika Serikat.

Ini merupakan resolusi pertama DK PBB terkait seruan gencatan senjata di Gaza yang berhasil lolos setelah AS berulang kali memveto draf resolusi serupa.

Dalam pemungutan suara DK PBB kali ini, AS memilih abstain sehingga draf resolusi berhasil disahkan.

“Hal ini kemunduran yang jelas dari posisi konsisten AS,” bunyi pernyataan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti dikutip AFP.

Sikap abstain AS ini menjadikan draf resolusi itu disetujui oleh 14 negara anggota DK PBB, baik anggota tetap maupun tidak tetap.

Meski memilih abstain, AS menegaskan pihaknya tidak menyetujui resolusi DK PBB tersebut.

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan bahwa meskipun resolusi terbaru tersebut mencakup perubahan yang diminta oleh AS, Washington tidak dapat memberikan suara ya karena “tidak setuju dengan semuanya.”

Baca Juga:  Ben Gvir dan pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem

Dalam resolusi itu, DK PBB menuntut “gencatan senjata segera” selama bulan Ramadan yang sedang berlangsung. Resolusi tersebut juga mendesak gencatan senjata yang mengarah pada penghentian perang “yang abadi”.

Resolusi itu juga menuntut Hamas segera membebaskan sandera yang masih ditahan

Resolusi DK PBB ini disahkan ketika agresi brutal Israel ke Jalur Gaza sebentar lagi mencapai bulan ke-6.

Baca Juga:  Israel umumkan serangan terhadap Komandan pasukan khusus Radwan Hizbullah

Resolusi yang diajukan oleh 10 anggota tidak tetap DK PBB ini mengikat secara hukum dan menuntut gencatan senjata segera pada bulan Ramadan, pembebasan sandera segera dan tanpa syarat, dan “kebutuhan mendesak untuk memperluas aliran” bantuan ke Gaza.

Per hari ini, lebih dari 32.333 warga Palestina di Gaza tewas dan sebanyak 74.694 lainnya terluka imbas agresi brutal Israel sejak 7 Oktober lalu. Sebagian besar korban tewas ialah anak-anak dan perempuan. []

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB