Di sebut Teknologi AS Sebab Gempa Turki, Profesor ini Buka Suara

Jumat, 17 Februari 2023 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews – Ilmuwan buka suara soal klaim yang menyebut bahwa gempa bumi di Turki disebabkan oleh program militer Amerika Serikat, HAARP.

Para ahli menjelaskan bahwa HAARP atau High-frequency Active Auroral Research Program, tidak memiliki kemampuan modifikasi cuaca yang menyebabkan gempa bumi.

Untuk diketahui, HAARP menjadi teknologi yang diklaim menyebabkan gempa dahsyat M 7,8 di Turki. Banyak informasi salah yang beredar online setelah bencana melanda, dengan menyertakan gambar palsu atau narasi yang menyesatkan tentang upaya penyelamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu tweet mengatakan, “Gempa bumi di Turki terlihat seperti operasi hukuman (HAARP) oleh NATO atau AS melawan Turki” sambil membagikan video yang menunjukan seperti sambaran petir. “Tidak normal dalam gempa bumi, tetapi selalu terjadi di operasi HAARP,”

Baca Juga:  Bom meledak, perwira Israel tewas dan 16 tentara terluka di Jenin di Tepi Barat

HAARP adalah program yang menggunakan pemancar frekuensi tinggi berdaya tinggi untuk mempelajari sifat dan perilaku ionosfer. Pada 2015, operasi fasilitas penelitian dipindahkan dari Angkatan Udara AS ke University of Alaska Fairbanks.

Beberapa ahli mengatakan bahwa HAARP tidak bertanggung jawab atas gempa bumi di Turki atau di mana pun karena HAARP tidak memiliki kemampuan seperti itu, demikian dikutip dari Reuters, Kamis (16/2/2023).

Menurut bagian FAQ situs web HAARP, teknologi itu juga tidak dapat mengontrol atau memanipulasi cuaca.

Jessica Matthews, manajer program HAARP di University of Alaska Fairbanks, mengatakan kepada Reuters bahwa peralatan penelitian di situs HAARP tidak dapat menciptakan atau memperkuat bencana alam.

Baca Juga:  Irlandia akan Mengakui Negara Palestina Bulan Ini

Sementara itu, menurut David Hysell, seorang profesor teknik Thomas R. Briggs di Universitas Cornell, HAARP adalah pemancar radio yang lebih besar dari kebanyakan pemancar radio lainnya. Secara teori, kata dia, HAARP tidak mungkin menciptakan gempa bumi.

David Malaspina, seorang ilmuwan peneliti di Laboratory for Atmospheric and Space Physics (LASP) di University of Colorado Boulder menyatakan bahwa gelombang radio HAARP mirip dengan stasiun siaran radio AM yang kuat. Dan tidak ada mekanisme yang diketahui oleh bahwa siaran radio AM dapat menyebabkan gempa bumi.

Dia mengatakan gelombang radio semacam ini menembus kurang dari 1 cm ke dalam tanah, sedangkan gempa bumi jauh lebih dalam. “Gempa Bumi 2023 di Turki berasal dari ~17 km ke bawah.” tuturnya.

Baca Juga:  Menlu AS Antony Blinken Dorong Israel Tingkatkan Bantuan Kemanusaiaan ke Gaza

Gelombang radio buatan memang dapat mengganggu atmosfer bagian atas secara lokal, tetapi itu sebanding dengan gangguan yang disebabkan oleh Matahari, kata Toshi Nishimura, seorang profesor riset teknik elektro dan komputer di Universitas Boston.

Dia menambahkan bahwa dia tidak mengetahui adanya bukti ilmiah bahwa gelombang buatan dapat menciptakan gangguan yang lebih kuat dan berdampak pada kondisi seismik lokal.

“Saat ini tidak ada teknologi untuk meluncurkan gelombang radio dari tanah dan mengenai kota secara tepat,” kata Nishimura. “Tampaknya tidak mungkin gelombang radio dapat berdampak pada kondisi seismik yang jauh.” imbuhnya.(**)

Berita Terkait

Netanyahu: Siapa Pun Presiden, Israel akan tetap menjadi sekutu Utama AS
AS mengerahkan pesawat pengebom nuklir B-52H Stratofortress ke Rumania
Rudal Rusia membunuh 18 tentara Inggris dan 25 lainnya terluka di Ukraina
Serangan udara Israel di Khan Younis 30 warga Gaza meninggal dunia
Gedung Putih mengatakan Biden tidak berniat mengundurkan diri lebih awal
Apa yang kita ketahui tentang wakil presiden AS Kamala Harris
Harris mencalonkan diri sebagai presiden AS, dia berjanji akan mengalahkan Trump
AS dan Inggris melancarkan serangan di provinsi Hajjah dan Hodeidah Yaman

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 23:23 WIB

Netanyahu: Siapa Pun Presiden, Israel akan tetap menjadi sekutu Utama AS

Senin, 22 Juli 2024 - 22:01 WIB

AS mengerahkan pesawat pengebom nuklir B-52H Stratofortress ke Rumania

Senin, 22 Juli 2024 - 20:51 WIB

Rudal Rusia membunuh 18 tentara Inggris dan 25 lainnya terluka di Ukraina

Senin, 22 Juli 2024 - 20:21 WIB

Serangan udara Israel di Khan Younis 30 warga Gaza meninggal dunia

Senin, 22 Juli 2024 - 05:50 WIB

Apa yang kita ketahui tentang wakil presiden AS Kamala Harris

Berita Terbaru

Sekretaris Jenderal NasDem Hermawi Taslim (kanan) bersama Anies Baswedan (tengah) di NasDem Tower, Jakarta, Senin (22/7/2024).  ANTARA/Narda Margaretha Sinambela.

Politik

NasDem usung Anies Baswedan untuk Pilgub DKI Jakarta 2024

Senin, 22 Jul 2024 - 22:23 WIB