CPO PTPN IV PalmCo Perkuat Sertifikasi RSPO dan ISPO Menuju 100 Persen Keberlanjutan

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. PTPN IV PalmCo

Foto: Dok. PTPN IV PalmCo

Jakarta, Mercinews.comPTPN IV PalmCo terus memperkuat komitmen terhadap praktik perkebunan sawit berkelanjutan dengan mendorong pemenuhan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di seluruh unit usaha.

Upaya ini dilakukan seiring fokus perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) bagi kebutuhan pasar domestik.

Sebagai subholding dari PTPN III, PTPN IV PalmCo mencatat tren kepatuhan yang terus meningkat hingga 2025, baik terhadap standar keberlanjutan global yang bersifat sukarela maupun standar nasional yang bersifat mandatori.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk sertifikasi RSPO, sebanyak 67 dari total 71 pabrik kelapa sawit atau setara 94,36 persen telah tersertifikasi. Di sektor hulu, 124 dari 149 kebun atau 83,22 persen juga telah mengantongi sertifikat yang sama.

Sementara itu, capaian sertifikasi ISPO tercatat lebih tinggi, dengan 68 dari 71 pabrik atau 95,77 persen serta 136 dari 149 kebun atau 91,27 persen dinyatakan memenuhi standar keberlanjutan nasional.

Baca Juga:  Bupati Aceh Tamiang: PalmCo Hadir Paling Awal Bantu Warga Terdampak Banjir

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, meski hampir seluruh produksi CPO perusahaan diserap pasar domestik, komitmen terhadap keberlanjutan tidak bisa ditawar.

Berdasarkan data 2025, sekitar 2,7 juta ton CPO atau 99 persen produksi perusahaan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Fokus kami memang menjaga pasokan CPO domestik. Namun, standar operasional, tata kelola, dan komitmen terhadap lingkungan harus tetap berada pada level tertinggi. Sertifikasi menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam menjalankan prinsip tersebut,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, sertifikasi RSPO dan ISPO bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel di seluruh rantai produksi.

Baca Juga:  Sah! Muhammad Syah Putra Aceh Dilantik Sebagai Direktur Utama BAS

Perkuat Keterlacakan Rantai Pasok

Selain sertifikasi, PTPN IV PalmCo juga memperkuat aspek keterlacakan (traceability) dan uji tuntas (due diligence) rantai pasok.

Sepanjang 2025, sejumlah pabrik ditetapkan sebagai percontohan penerapan sistem pelacakan bahan baku terintegrasi dari kebun hingga pabrik.

Beberapa unit yang telah melalui proses verifikasi antara lain Pabrik Kelapa Sawit Rambutan, Sei Mangkei, Bah Jambi, dan Pulu Raja. Pada unit-unit tersebut, asal-usul tandan buah segar (TBS) dapat ditelusuri secara presisi, baik yang berasal dari kebun inti maupun kebun plasma.

Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo menjelaskan, integrasi data kebun dan pabrik menjadi kunci transparansi rantai pasok.

“Kami memastikan seluruh proses dapat ditelusuri dari hulu. Sistem ini memungkinkan perusahaan mengetahui secara akurat sumber bahan baku yang diolah,” katanya.

Langkah tersebut juga menjadi respons terhadap tuntutan global akan praktik industri sawit yang bebas deforestasi, meski secara komersial sebagian besar CPO perusahaan dipasarkan di dalam negeri.

Baca Juga:  Tanam 76.555 Pohon dalam Tiga Tahun, Bukti Nyata PTPN IV PalmCo Peduli Lingkungan

Target Sertifikasi Penuh

Manajemen PTPN IV PalmCo menargetkan seluruh kebun dan pabrik telah tersertifikasi penuh RSPO dan ISPO pada 2030. Peta jalan dan tenggat waktu telah disusun untuk menutup celah sertifikasi pada unit-unit yang masih dalam proses.

Di tengah dinamika industri sawit nasional yang kerap diwarnai sorotan isu lingkungan, strategi ini mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara mandat penyediaan pasokan domestik dan pemenuhan standar keberlanjutan nasional maupun global.

Bagi PTPN IV PalmCo, sertifikasi tidak hanya dipandang sebagai prasyarat pasar, tetapi juga fondasi tata kelola usaha.

Dengan demikian, produk sawit yang beredar di pasar domestik dipastikan diproduksi melalui proses yang memenuhi standar keberlanjutan yang ketat dan konsisten.(red)

Berita Terkait

Kebun Bah Jambi PTPN IV Perkuat Ekonomi Simalungun, Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal
PTPN IV PalmCo Catat Produktivitas Kebun Sawit Mitra 20,18 Ton per Hektare
SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit
PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang
Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026
PTPN IV PalmCo Borong Tiga Penghargaan Tata Kelola, Bukti Penguatan Kinerja dan Efisiensi
PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten
Prabowo Sebut Tim BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Baru di Pegunungan Papua

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:42 WIB

Kebun Bah Jambi PTPN IV Perkuat Ekonomi Simalungun, Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:09 WIB

PTPN IV PalmCo Catat Produktivitas Kebun Sawit Mitra 20,18 Ton per Hektare

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:14 WIB

SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:56 WIB

PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026

Berita Terbaru