Suami di Aceh Besar aniaya istrinya dengan sadis, mata pecah leher tersayat pisau

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI wanita dianiaya suami hingga tewas

ILUSTRASI wanita dianiaya suami hingga tewas

Jantho, Mercinews.com – Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan setelah dianiaya suaminya sendiri.

“Korban SR (44) yang juga berprofesi sebagai penjahit pakaian meninggal dunia akibat dianiaya oleh suaminya FA (50) pada Selasa (11/06/2024),” ujar Kompol Fadillah Aditya Pratama, Kasatreskrim Polresta Banda Aceh dalam keterangan tertulis, Kamis (13/6/2024).

Menurut Fadillah, penganiayaan berat yang dilakukan pelaku terjadi saat korban berada di tokonya di kawasan Gampong Payatieng, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

“Korban sempat dirawat di RSUD Zainal Abidin Banda Aceh pasca-kejadian, namun pada Kamis (13/6/2026) petang meninggal dunia, karena kondisi mata sebelah kiri dan bibir pecah, gigi retak dan leher tersayat pisau,” tutur dia.

Sebelum dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh. Namun karena kondisi luka korban semakin parah, dirujuk ke RSUZA untuk mendapatkan perawatan intensif.

Baca Juga:  Hotman Paris: 5 terpidana kasus Vina Cirebon nyatakan Pegi Setiawan bukan pelaku

Bedasarkan keterangan dari saksi Hendra Saputra (41), adik korban, kakaknya meninggal karena dianiaya suaminya.

“Hubungan rumah tangga korban dan pelaku sedang cekcok, pelaku sudah satu bulan tidak pulang ke rumah isterinya,” katanya.

Saat ini pelaku telah diamankan di rumah tahanan Polresta Banda Aceh untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan proses hukum selanjutnya.

Baca Juga:  Hadiri Halal Bihalal HMI, dr. Sarbini cerita Perjuangan bangun RS Indonesia di Gaza

“Pihak keluarga korban telah membuat laporan resmi di Polresta Banda Aceh guna dilakukan pengungkapan kasus yang menimpa korban,” beber dia. FA dijerat pasal 351 ayat 3 dengan bunyi “jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun,” pungkas Fadillah.

(m/c)

Berita Terkait

Catat rekor MURI memasak bubur asyura dengan belanga terbesar, di Banda Aceh
Angka Kecelakaan di Abdya Cukup Tinggi
Kadinsos Aceh Dukung Pelaksanaan Hari Veteran Ke-75, pada 10 Agustus mendatang
Yayasan Wansa Teliti Situs Bandar Kuala Batu
Kenduri ‘Jeurat’ ke-89 Tradisi Berdoa Bersama di Pemakaman Gampong Lama Tuha
Pengadilan Tinggi Banda Aceh vonis mati 8 terdakwa narkotika sepanjang 2024
PB PON XXI 2024 Aceh-Sumut buka pendaftaran relawan di Aceh, ini persyaratannya
JPU Ajukan Banding Atas Putusan 20 Tahun Penjara Terdakwa Kasus Narkotika di Bireuen
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 12:11 WIB

Catat rekor MURI memasak bubur asyura dengan belanga terbesar, di Banda Aceh

Sabtu, 13 Juli 2024 - 14:21 WIB

Angka Kecelakaan di Abdya Cukup Tinggi

Jumat, 12 Juli 2024 - 15:05 WIB

Kadinsos Aceh Dukung Pelaksanaan Hari Veteran Ke-75, pada 10 Agustus mendatang

Jumat, 12 Juli 2024 - 12:20 WIB

Yayasan Wansa Teliti Situs Bandar Kuala Batu

Kamis, 11 Juli 2024 - 20:28 WIB

Kenduri ‘Jeurat’ ke-89 Tradisi Berdoa Bersama di Pemakaman Gampong Lama Tuha

Berita Terbaru

AFP melalui Getty Images

Olahraga

Pendapatan timnas dari Euro 2024 pun mulai diketahui

Senin, 15 Jul 2024 - 23:28 WIB