Semua garis merah kemarin telah hilang, perang sudah besar Rusia-Ukraina

Rabu, 5 Juni 2024 - 00:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: CNN | Penasihat Kepala Kantor Kepresidenan Mikhail Podolyak

Foto: CNN | Penasihat Kepala Kantor Kepresidenan Mikhail Podolyak

Mercinews.com – Podolyak yakin bahwa mengingat besarnya kejahatan perang yang dilakukan Rusia, perdamaian sejati hanya dapat dijamin melalui kekalahan militer pihak agresor. Mitra Ukraina harus berhenti menunda dan memberikan senjata kepada Kyiv.

Dalam perang Rusia-Ukraina, “semua garis merah kemarin” telah hilang dan eskalasi sedang berlangsung. Demikian kata Penasihat Kepala Kantor Presiden Ukraina Mikhail Podolyak. Dia membagikan pemikirannya di Telegram nya. Selasa (4/6).

“Perang sudah besar. Semua garis merah kemarin telah hilang. Segala sesuatu yang kemarin tampak tidak terpikirkan sudah menjadi kenyataan? Ya, ada. Tapi fakta agresi dan pembatalan hukum internasional di pihak Rusia sudah maksimal Oleh karena itu, tidak perlu terus melihat ke belakang.”

Dalam catatannya, Podolyak mengisyaratkan bahwa Kiev masih tidak menerima opsi apa pun untuk mengakhiri perang, “kecuali untuk kekalahan militer wajib bagi agresor.” Dia yakin bahwa tidak mungkin menjamin perdamaian sejati dengan banyaknya agresi dan kejahatan perang yang dilakukan Federasi Rusia.

Baca Juga:  Israel Serang Lembah Bekaa Lebanon timur diduga gudang senjata Hizbullah

Menurutnya, keterlambatan mitra dalam hal bantuan dan izin kepada Ukraina merupakan jalan yang meningkatkan biaya perang.

“Pertama: keseimbangan perang. Ukraina membutuhkan jumlah senjata yang sebanding. Presisi tinggi. Untuk mengimbangi kuantitas yang dimiliki Rusia. Dan kedua: kecepatan pengambilan keputusan dalam perang . Penundaan apa pun selalu merupakan cara untuk meningkatkan biaya perang,” – tulis wakil ketua OP.

Baca Juga:  Manchester City Kalah 1-2 di Final, Man United Juara Piala FA 2023/2024

Mari kita ingat bahwa pada tanggal 4 Juni, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa perdamaian bagi Ukraina berarti jaminan bahwa Rusia tidak akan pernah menyerang wilayahnya lagi. Namun, untuk itu, menurut pemimpin Amerika, Ukraina tidak harus menjadi anggota NATO.

Pada tanggal 31 Mei, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengatakan bahwa negosiasi dengan Rusia belum realistis. Menurutnya, perdamaian dengan Moskow bisa menjadi jebakan.

(m/c)

Berita Terkait

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training
Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik
Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk
BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang
Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun
 Timnas Jepang: Skuad Eksperimen Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Asisten Pemerintahan Abdya Buka Manasik Haji di Mesjid Agung Baitul Ghafur
Mualem dikabarkan sakit, jalani pemeriksaan kesehatan di Singapura

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:37 WIB

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:47 WIB

Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:27 WIB

Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:10 WIB

BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang

Jumat, 23 Mei 2025 - 08:29 WIB

Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB