Jakarta, Mercinews.com – Psikolog Theresia Novi Poespita Candra menyatakan bahwa penggunaan gadget pada anak masih menjadi tantangan bagi banyak orangtua di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Psikolog yang juga Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengatakan, pendekatan pengasuhan terhadap anak perlu disesuaikan dengan tahap usia, terutama sebelum anak mengenal dunia digital secara intensif.
“Meski perangkat digital dapat membantu proses belajar dan hiburan, penggunaan gadget terlalu dini berpotensi memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak,” ujar Novi, dilansir dari Antara Kamis (28/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Novi, anak usia 0 hingga 7 tahun cenderung belajar melalui proses peniruan terhadap perilaku orangtua dan lingkungan di sekitarnya.
“Anak umur 0 sampai 7 tahun itu belajarnya menggunakan bawah sadar. Mereka meniru cara bicara, cara bersikap, hingga kebiasaan orangtuanya di rumah,” jelasnya.
Ia menerangkan, pada usia tersebut anak belum sepenuhnya menggunakan penalaran dalam memahami perilaku.
Karena itu, kebiasaan yang dilihat setiap hari akan mudah direkam dan ditiru, termasuk penggunaan gadget oleh orangtua.
Novi menilai orangtua perlu memberikan contoh kebiasaan yang sehat di rumah, seperti membangun komunikasi langsung, membatasi penggunaan ponsel saat bersama anak, serta melibatkan anak dalam aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, interaksi hangat di lingkungan keluarga dapat membantu perkembangan sosial dan emosional anak secara lebih optimal.
Ia juga menyarankan agar anak dibiasakan melakukan aktivitas alami sebelum terlalu intens mengenal dunia digital, seperti membaca buku, bermain di luar rumah, berolahraga, hingga membantu pekerjaan ringan di rumah.
Novi merekomendasikan anak mulai memiliki gadget pribadi setelah usia 12 hingga 13 tahun. Pada usia tersebut, perkembangan sosial, emosional, dan sensorik anak dinilai lebih matang.
“Di bawah 13 tahun mereka perlu dilatih dulu kepekaan tubuhnya secara alami,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnyaz pada usia 7 hingga 12 tahun anak mulai dapat diajak berdiskusi mengenai aturan penggunaan gadget di rumah, termasuk alasan pembatasan screen time.
“Umur 7 sampai 12 tahun mulailah kita membuka dialog-dialog,” kata Novi.
Ia mengingatkan penggunaan gadget tanpa pendampingan sejak usia dini dapat memicu ketergantungan karena telah menjadi kebiasaan yang terbentuk sejak kecil.
“Kalau dari kecil sudah terbiasa memegang HP, nanti sulit mengubahnya karena sudah menjadi habit,” ujarnya.
Karena itu, Novi mendorong orangtua untuk memperkuat interaksi langsung dan komunikasi yang hangat dengan anak agar mereka dapat mengenal dunia digital secara sehat dan seimbang.(red)






