Jakarta, Mercinews.com – Forum Komunikasi Wartawan Hukum (Forwakum) sukses menggelar lomba mancing bertajuk “Gas Strike” dengan tagline “Tarik Senarnya, Jaga Soliditas”. Kegiatan berlangsung di Pemancingan Tentara Langit, Komplek TNI AU Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026). Lomba mincing ini unuk memeriahkan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026).
Lomba mancing Forwakum ini diikuti oleh sejumlah wartawan yang tergabung dalam berbagai kelompok kerja (Pokja). Setiap peserta yang berhasil menangkap ikan diperbolehkan membawa pulang hasil tangkapannya.
Berdasarkan hasil penimbangan, lima peserta berhasil mendapatkan masing-masing empat ekor ikan emas. Sementara tiga peserta memperoleh total berat ikan sama, yakni 2,10 kilogram, dan satu peserta lainnya 2 kilogram. Panitia memutuskan untuk menggabungkan posisi Juara II dan III, sehingga hadiah dibagi rata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Ketua Umum Forwakum, Zamzam Siregar, kepada juara pertama. Hadiah untuk juara II dan III diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Forwakum sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Iskandar Zulkarnain.
Ajang Silaturahmi dan Soliditas Wartawan
Ketua Panitia Pelaksana, Iskandar Zulkarnain, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir hingga acara selesai. Ia menegaskan bahwa lomba mancing Forwakum bukan sekadar kompetisi, atau euforia seremonial HPN 2026, melainkan juga menjadi sarana silaturahmi dan memperkuat soliditas antar wartawan hukum.
“Pada kegiatan ini, Forwakum mengundang sekitar 30 Pokja untuk meramaikan perlombaan. Selain hadiah, setiap peserta tetap dapat membawa pulang hasil tangkapan masing-masing,” ujar Iskandar.
Sementara itu, Ketua Umum Forwakum, Zamzam Siregar, turut mengapresiasi seluruh peserta dan mengucapkan selamat kepada para pemenang. Ia menekankan bahwa yang terpenting bukan menang atau kalah, melainkan kebersamaan dan solidaritas insan pers tetap terjaga.
Pemimpin Redaksi Harian Terbit itu juga menekankan filosofi memancing sebagai ajaran kehidupan. Aktivitas ini mengajarkan kesabaran, fokus, dan kerendahan hati dalam menghadapi ketidakpastian.
“Hasil terbaik membutuhkan proses panjang, pengorbanan, dan ketekunan, ibarat melempar umpan dan menunggu, bukan sekadar menangkap ikan. Mancing juga menjadi sarana refleksi diri, meditasi alam, serta melatih manajemen emosi,” pungkasnya.(red)






