Penjelasan Polisi soal Ledakan Pabrik Kimia PT MCCI Cilegon

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pabrik Kimia PT MCCI Cilegon Banten (Foto: istimewa)

Pabrik Kimia PT MCCI Cilegon Banten (Foto: istimewa)

Cilegon, Mercinews.com – Polda Banten menjelaskan kronologi ledakan yang terjadi di pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (MCCI) di kawasan Gerem, Kota Cilegon, Banten, Senin (25/5/2026). Insiden tersebut diduga dipicu tekanan berlebih pada salah satu fasilitas produksi hingga menyebabkan dentuman keras dan kepulan uap dari area pabrik.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, ledakan di pabrik kimia tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di area PTA-1 PT MCCI. Suara ledakan terdengar cukup keras hingga memicu aktifnya sistem peringatan dini perusahaan.

“Setelah terdengar suara ledakan, sistem early warning system aktif secara otomatis dan perusahaan langsung melakukan evakuasi seluruh karyawan sebagai langkah antisipasi keselamatan kerja,” ujar Maruli, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya dugaan kebocoran pipa akibat tekanan suhu yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan tekanan hingga memunculkan dentuman besar.

Pihak perusahaan kemudian menghentikan sementara aktivitas di area terkait dan melakukan pengecekan teknis terhadap instalasi pipa serta reaktor produksi.

Akibat ledakan itu, dua pekerja pabrik kimia mengalami luka dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Krakatau Medika.

Polisi juga langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, dan mengambil sampel di area pabrik.

Selain itu, Satuan Brimob Polda Banten diterjunkan untuk melakukan sterilisasi lokasi guna memastikan tidak ada unsur radioaktif yang terlepas.

Baca Juga:  Polisi Gerebek Sindikat Judol Internasional di Jakarta Barat, 320 WNA Diamankan

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri juga mengambil sejumlah sampel untuk kebutuhan penyelidikan lebih lanjut.

“Sekitar pukul 18.00 WIB, asap sudah tidak terlihat lagi dan situasi dinyatakan terkendali,” kata Maruli.

Polisi mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut.

Tekanan Berlebih

Sementara itu, manajemen PT MCCI menyebut ledakan dipicu overpressure atau tekanan berlebih pada salah satu instrumen fasilitas produksi.

Public Relations PT MCCI, Dimas Saputro, mengatakan, tekanan berlebih tersebut menyebabkan dentuman keras yang terdengar hingga ke luar area pabrik.

Selain itu, insiden juga memunculkan kepulan yang tampak seperti asap. Namun, pihak perusahaan memastikan kepulan tersebut merupakan uap air murni dari sistem pendingin otomatis pabrik, bukan gas kimia beracun.

Baca Juga:  Mahasiswi cantik Dibunuh Mantan Pacar Pakai Kloset jongkok di Pandeglang Banten

“Kepulan itu berasal dari sistem cooling otomatis yang bekerja saat terjadi tekanan berlebih sebagai bagian dari prosedur keselamatan pabrik,” ujar Dimas.

Ia memastikan tidak ada kebocoran gas beracun dalam peristiwa tersebut.

Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu yang beredar di media sosial.

Dimas juga menyebut tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Salah satu operator hanya mengalami luka ringan akibat terkena cipratan air panas saat sistem pengamanan otomatis aktif dan telah mendapatkan penanganan medis.(red)

Berita Terkait

Polisi Ungkap Kronologi Kematian WNA Australia di Ruang Detensi Imigrasi Ngurah Rai
PMI Jakarta Utara Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah Dukung Program Pemprov DKI
OJK Ungkap Penyebab Judol Makin Sulit Diberantas
JPO di Jalan Kapten Tendean Nyaris Ambruk Tertabrak Truk
Densus 88 Ungkap Hasil Pendalaman Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah
Baking Class PTPN IV PalmCo Buka Peluang Usaha bagi UMKM dan Warga
Hari Pertama Sekolah, Arus Kendaraan Menuju Jakarta Padat
PTTEP Indonesia dan Dompet Dhuafa Gelar Edukasi Nutrisi bagi Ibu Hamil di Jakarta Utara

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

PMI Jakarta Utara Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah Dukung Program Pemprov DKI

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:32 WIB

OJK Ungkap Penyebab Judol Makin Sulit Diberantas

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:48 WIB

JPO di Jalan Kapten Tendean Nyaris Ambruk Tertabrak Truk

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:25 WIB

Densus 88 Ungkap Hasil Pendalaman Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah

Senin, 13 Juli 2026 - 22:29 WIB

Baking Class PTPN IV PalmCo Buka Peluang Usaha bagi UMKM dan Warga

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB