Aceh

Nelayan perlu waspada Gelombang laut capai 4 meter di Aceh

ilustrasi@ Foto

Banda Aceh, Mercinews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan tinggi gelombang laut mencapai 4 meter di perairan laut Aceh, sehingga masyarakat terutama nelayan, diminta untuk selalu waspada saat melaut.

“Perlu diwaspadai oleh para nelayan dan khususnya lintasan penyeberangan bahwa terdapat gelombang tinggi yang mencapai 4 meter di perairan barat Aceh dan Samudra Hindia Barat,” kata Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Putri Rizki Afriza di Banda Aceh, Kamis (11/5/2023).

Bahkan, dia menyebut, dalam beberapa hari terakhir kondisi gelombang laut di perairan barat Aceh dan Samudra Hindia Barat itu mencapai ketinggian antara 6-7 meter, namun per hari ini gelombang laut tersebut mulai menyusut menjadi 4 meter.

Baca juga: BMKG: Gelombang tinggi di pantai barat selatan Aceh berpotensi bahayakan aktivitas nelayan

Baca Juga:  Wali Nanggroe Aceh Dorong Dana Otsus untuk Pemulihan Korban Pelanggaran HAM

Putri menjelaskan, tinggi gelombang laut itu disebabkan meningkatnya kecepatan angin di wilayah barat Indonesia yang menyebabkan terjadi peningkatan tinggi gelombang laut.

Kata dia, kecepatan angin meningkat karena terdapat bibit siklon tropis 91B di Samudera Hindia sebelah barat laut Aceh yang mengakibatkan pertemuan angin (konvergensi) dan daerah belokan angin (hearline) di sekitar wilayah Aceh.

“Namun saat ini kondisi gelombang laut mulai mereda karena bibit siklon tropis sudah mulai menjauhi wilayah perairan barat Indonesia,” kata Putri.

Selain itu, untuk tiga hari kedepan, BMKG juga memperkirakan kondisi cuaca di Aceh dalam keadaan cerah berawan.

Namun terdapat sedikit potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Pidie, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Tenggara dan Koga Subulussalam.

Baca Juga:  Tiktoker Abu Laot divonis 4 bulan dua hari penjara

Oleh sebab itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat Aceh untuk tetap waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, kebakaran hutan dan lahan, mengingat Aceh telah memasuki musim kemarau.

“Kami imbau untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuka lahan dengan membakar agar tidak menimbulkan titik panas dan juga kebakaran,” ujarnya.

Serta untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk membawa cukup cadangan air minum agar tidak dehidrasi, ujarnya. [m/c]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top