Muhammad Salim, Santri Binaan Habib Luthfi Bidik Emas ASIAN Games 2026 Cabor Kurash

Selasa, 14 April 2026 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atlet Kurash Muhammad Salim (kiri) bersama Habib Luthfi (tengah) dan pelatihnya Subhan Prasandra (kanan). (Foto: Dok. Pribadi)

Atlet Kurash Muhammad Salim (kiri) bersama Habib Luthfi (tengah) dan pelatihnya Subhan Prasandra (kanan). (Foto: Dok. Pribadi)

TANGERANG, MERCINEWS.COM – Muhammad Salim, santri binaan Habib Luthfi bin Yahya, menyatakan kesiapan untuk mengharumkan nama Indonesia pada ajang Asian Games 2026 melalui cabang olahraga kurash.

Kesiapan tersebut tidak lepas dari capaian gemilang yang telah diraih sebelumnya. Pada 2024, Salim bersama pelatihnya, Subhan Prasandra, berhasil meraih medali perak pada Kejuaraan Dunia Veteran Kurash di Ulaanbaatar, Mongolia.

Prestasi itu menjadi modal berharga bagi Salim untuk menghadapi persaingan di tingkat Asia. Ia pun terus meningkatkan intensitas latihan guna mencapai performa terbaik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salim merupakan atlet kurash asal Kota Tangerang, Banten. Ia menjalani latihan di Perkumpulan Sandro Adityajaya (sebelumnya Sandro Academy), yang menjadi pusat pembinaan kurash di wilayah tersebut.

Baca Juga:  ISTAF Congratulates Thailand on Appointment of New National Sepaktakraw Coaches

Selain sebagai atlet, Salim juga berprofesi sebagai pegawai di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia dinilai mampu menyeimbangkan peran sebagai aparatur negara, santri, dan atlet berprestasi.

Persiapan Menuju Asian Games

Menjelang Asian Games 2026 yang akan digelar di Nagoya, Aichi, Jepang, pada September mendatang, Salim menjalani program latihan intensif.

Sebagai bagian dari persiapan, ia dijadwalkan mengikuti Bangladesh International Open Kurash Championship pada Mei 2026 sebagai ajang uji coba internasional.

Turnamen tersebut diharapkan dapat meningkatkan peringkat sekaligus memperkaya pengalaman bertanding di level global.

Selain itu, Salim juga direncanakan mengikuti training camp di Tashkent, Uzbekistan, selama sekitar satu bulan. Program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan teknik, fisik, dan mental.

Baca Juga:  Guardiola: Manchester City Akan Terus Tekan Arsenal di Puncak Klasemen Liga Inggris

Hadapi Keterbatasan Dukungan

Di balik persiapan tersebut, Salim dan tim masih menghadapi keterbatasan dukungan, terutama dalam hal pendanaan. Subhan Prasandra mengungkapkan bahwa sebagian besar kebutuhan masih dipenuhi secara mandiri.

“Perjuangan Muhammad Salim tidak mudah. Kami masih mengandalkan pembiayaan mandiri dalam proses persiapan,” ujar Subhan dalam keterangannya di Tangerang, Selasa (14/4/2026).

Ia berharap ke depan ada dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta, agar persiapan atlet dapat berjalan optimal.

“Kami berharap ada dukungan sponsorship. Ini bukan hanya tentang individu, tetapi membawa nama Indonesia di kancah internasional,” katanya.

Inspirasi Santri Berprestasi

Baca Juga:  Real Madrid 1-1 Al Hilal: Hasil Imbang Warnai Debut Xabi Alonso dan Simone Inzaghi

Muhammad Salim dikenal sebagai sosok yang disiplin dan memiliki semangat juang tinggi. Di tengah berbagai peran yang dijalani, ia tetap konsisten berlatih dan mengembangkan diri.

Habib Luthfi bin Yahya turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai, santri perlu berprestasi tidak hanya di bidang spiritual, tetapi juga di bidang lain, termasuk olahraga.

“Inilah saatnya santri berprestasi tidak hanya dalam dunia spiritual, tetapi juga di bidang lain seperti olahraga, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia berharap prestasi Muhammad Salim dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk terus berjuang dan meraih prestasi di tingkat dunia.(red)

Berita Terkait

Promotor Pastikan Chelsea dan Milan Bawa Skuad Terbaik ke Jakarta
Messi Akui Sulit Lupakan Kekalahan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Siap Go Internasional, Datuk Abdul Halim Puji Kualitas Wasit Sepak Takraw Indonesia
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Matador Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan
Inggris Libas Prancis 6-4, Three Lions Raih Posisi Tiga Piala Dunia 2026
Datuk Abdul Halim Urges Indonesia to Strengthen Refereeing Standards Through ASTAF Indonesia 2026 Training
Datuk Abdul Halim Apresiasi PB PSTI Gelar Pelatihan Wasit ASTAF Indonesia 2026
Spanyol Hentikan Langkah Prancis, Matador Masuk Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:30 WIB

Promotor Pastikan Chelsea dan Milan Bawa Skuad Terbaik ke Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:28 WIB

Messi Akui Sulit Lupakan Kekalahan Argentina di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 13:14 WIB

Siap Go Internasional, Datuk Abdul Halim Puji Kualitas Wasit Sepak Takraw Indonesia

Senin, 20 Juli 2026 - 11:13 WIB

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Matador Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:30 WIB

Inggris Libas Prancis 6-4, Three Lions Raih Posisi Tiga Piala Dunia 2026

Berita Terbaru