Politik

Malam ini MUBES III Partai Aceh Dibuka oleh wali Nanggroe Malek Mahmud

Bendera Partai Aceh (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

Banda Aceh, Mercinews.com – Dijadwalkan, malam ini Ketua Tuha Puet Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA) Tgk Malek Mahmud Al-Haytar akan membuka Musyawarah Besar (Mubes) III partai politik lokal ini di salah satu hotel, Kota Banda Aceh.

Mubes tersebut diikuti 23 Pengurus Wilayah (DPW) PA se-Aceh.

“Hingga Sabtu siang, seluruh peserta dan peninjau telah hadir ke Banda Aceh,” jelas Juru Bicara (Jubir) DPA PA Nurzahri, Sabtu siang.

Kata Nurzahri, pembukaan Mubes dan penginapan peserta ditempatkan di Hotel Permata Hati. Sementara penutupan, Minggu malam (25/2/2023) berlangsung di Hotel Hermes, Banda Aceh.

Seperti lazim terjadi, Mubes III akan melakukan evaluasi terhadap program kerja selama lima tahun kepengurusan. Selain itu, merumuskan berbagai program kerja serta pokok pikiran untuk lima tahun berikutnya.

Baca Juga:  17 Partai politik dan 7 Partai lokal Aceh ikut Peluncuran kirab Pemilu 2024

“Termasuk memilih Ketua Umum DPA PA untuk periode lima tahun mendatang,” sebut Nurzahri.

Lantas, siapa saja yang sudah mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum?

Menurut Nurzahri, sebelumnya memang sempat muncul beberapa nama. Namun, hingga Sabtu siang masih sepi.

Bisa jadi, jelang pemilihan atau besok pagi sudah muncul satu nama. Dan itu dibenarkan, sesuai tata tertib Mubes,” ujar dia.

Sumber media ini di internal Partai Aceh mengungkap. Hingga kini nama H. Muzakir Manaf (Mualem) belum tergantikan sebagai Ketua Umum DPA PA. Diperkirakan, Ketua KPA Pusat ini akan terpilih kembali secara aklamasi.

“Belum, belum ada. Sepertinya sosok Mualem masih dibutuhkan untuk menjaga dan membesarkan PA,” jelas sumber tersebut.

Namun, diakui sumber itu, hingga Sabtu siang, Mualem belum mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum. “Itu tidak masalah, sebab jelang pemilihan masih bisa mendaftar,” kata dia.

Baca Juga:  Turis Malaysia dominasi kunjungan wisman ke Aceh pada Februari 2024

Masih kata sumber tadi, sebelumnya memang ada peraturan partai yang menyebutkan bahwa jabatan ketua umum hanya dua periode. Tapi, aturan tersebut dihapus dalam Mubes II DPA PA lima tahun lalu.

“Hanya termuat dalam aturan partai, bukan AD/ART, jadi tidak kuat dan akhirnya, ketentuan tersebut dihapus,” ungkap sumber ini.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top