Denpasar, Mercinews.com – Kanwil Kemenkum Bali melakukan koordinasi strategis dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, menjelang peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di seluruh provinsi. Audiensi digelar di Rumah Dinas Jabatan Gubernur Bali pada Rabu (3/12), sebagai persiapan matang pelaksanaan acara yang dijadwalkan pada 12 Desember 2025.
Kakanwil Kemenkum Bali, Eem Nurmanah, didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum I Wayan Redana, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Mustiqo Vitra Ardhiansyah, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum I Nengah Sukadana, serta JF Penyuluh Hukum, diterima langsung oleh Gubernur Wayan Koster beserta Kepala Biro Umum, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, dan Kepala Biro Hukum Provinsi Bali.
Dalam pertemuan tersebut, Eem Nurmanah menyampaikan kesiapan teknis dan strategi pelaksanaan acara puncak peresmian Posbankum serta pembukaan pelatihan paralegal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Momen 12 Desember 2025 menjadi tonggak sejarah bagi Bali. Saat ini, 100 persen desa di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali telah memiliki Posbankum, dengan total 717 Posbankum yang terbentuk hingga 31 Oktober 2025,” ujarnya.
Kakanwil menekankan bahwa Posbankum merupakan transformasi dari Posyankumhamdes, inovasi layanan hukum yang pertama kali digagas di Bali pada 2021. Layanan ini memberikan informasi dan konsultasi hukum gratis, khususnya bagi masyarakat kurang mampu secara ekonomi.
“Posbankum adalah instrumen pemerintah untuk mewujudkan akses keadilan hingga tingkat desa dan kelurahan, sejalan dengan ASTA CITA KE-7. Bali menjadi pionir nasional, dan keberhasilan ini direplikasi menjadi program nasional oleh Kementerian Hukum RI pada 5 Juni 2025,” tambah Eem Nurmanah.
Sambut Baik Kolaborasi
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan dukungan penuh agar acara peresmian berjalan lancar, termasuk memberikan fasilitasi pendukung.
“Kami menyambut baik dan siap mendukung peresmian Posbankum. Kolaborasi antara Kanwil Kemenkum Bali, pemerintah desa/kelurahan, paralegal terlatih, dan juru damai yang telah mengikuti pelatihan resmi menjadi kunci keberhasilan program ini di Bali,” kata Wayan Koster.
Gubernur Koster juga memastikan seluruh komponen pemerintah provinsi dan kabupaten/kota akan hadir, termasuk kepala desa/lurah, sebagai bagian penting kesuksesan Posbankum.
Audiensi ditutup dengan pertukaran cinderamata antara Kakanwil Kemenkum Bali dan Gubernur Bali sebagai simbol sinergi dan komitmen. Diharapkan, peresmian 100 persen Posbankum dan pembukaan pelatihan paralegal dapat berjalan sukses serta memberi manfaat maksimal bagi masyarakat Bali.(red)






