Gerhana Matahari Total 8 April Bareng Ledakan Hebat

Rabu, 3 April 2024 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Jelang lebaran pekan depan, ada beberapa fenomena luar angkasa yang akan terjadi, yakni gerhana matahari total dan juga ledakan Matahari yang terjadi bersamaan.

“Saat menyaksikan GMT [gerhana matahari total] 8 April 2024, menurut National Center for Atmospheric Research(NCAR) akan terlihat ledakan-ledakan di Matahari, saat totalitas gerhana matahari, pandangan matahari dari Bumi terhalang oleh bulan dan menyisakan sisi tepi. Pada sisi tepi inilah di Bumi bisa menyaksikan tepian plasma Matahari tampak meledak-ledak,” kata Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dikutip dari laman resminya, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga:  MUI: Gerhana Matahari Peringatan bagi Manusia di Muka Bumi

BMKG menjelaskan ledakan Matahari itu terjadi karena adanya aktivitas internal di pusat Tata Surya tersebut. Tingkat aktivitas mengalami pasang surut selama siklus 11 tahunan dan puncaknya pada tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejauh ini, belum ada yang mengetahui penyebab fenomena tersebut. Namun BMKG menuliskan kemungkinan karena melibatkan gaya magnetik atau reaksi nuklir dalam Matahari.

Dampak ledakan itu bergantung pada besarannya. Di Bumi sendiri yang terjadi adalah badai magnet Bumi atau geomagnetic Storm.

“Hal ini terjadi karena ledakan di permukaan Matahari [korona] tersebut melontarkan plasma besar yang berisikan partikel bermuatan [angin Matahari] beserta medan magnet berkecepatan tinggi yang menjalar hingga ke magnetosfer Bumi,” jelas BMKG.

Baca Juga:  BMKG bantu pantau hilal awal Ramadhan 1444 Hijriah di Aceh

“Peristiwa lontaran massa korona itu sering disebut sebagai Coronal Mass Ejection (CME). Ketika CME menghantam medan magnet di sekitar Bumi [magnetosfer], lontaran partikel bermuatan tersebut dibelokkan oleh lapisan magnetosfer Bumi ke arah garis kutub utara dan kutub selatan,” imbuhnya.

Dalam kesimpulannya, BMKG menjelaskan dampak ledakan Matahari terkait badai magnet Bumi relatif aman untuk Indonesia. Letak negara ini berada dalam lintang rendah, tempat titik terkuat perisai Bumi.

Baca Juga:  Pretya Amanda Polisikan Mario Dandy, Shane Lukas dan AG!

Dampak dari ledakan matahari berupa badai magnet bumi ini relatif aman untuk wilayah Indonesia yang berada pada lintang rendah, karena perisai bumi dari pengaruh radiasi partikel angin matahari (magnetosfer bumi), titik terkuatnya berada pada lintang rendah,” ungkap BMKG.

Sementara itu, Indonesia tidak bisa menyaksikan langsung Gerhana Matahari Total secara langsung. Fenomena 8 April itu akan terlihat di Meksiko, Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Proses GMT akan dimulai pada pukul 22:42 WIB. Fenomena itu akan berakhir pada 9 April 2024 keesokan harinya pukul 03:52 WIB.[]

Berita Terkait

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training
Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik
Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk
BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang
Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun
 Timnas Jepang: Skuad Eksperimen Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Asisten Pemerintahan Abdya Buka Manasik Haji di Mesjid Agung Baitul Ghafur
Mualem dikabarkan sakit, jalani pemeriksaan kesehatan di Singapura

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:37 WIB

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:47 WIB

Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:27 WIB

Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:10 WIB

BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang

Jumat, 23 Mei 2025 - 08:29 WIB

Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun

Berita Terbaru