28 karyawan Google dipecat karena protes proyek Nimbus yang dukung Israel

- Jurnalis

Jumat, 19 April 2024 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ankara, Mercinews.com – Google memecat 28 pegawainya atas keterlibatan mereka dalam aksi duduk 10 jam di dua kantor raksasa teknologi itu di California dan Kota New York, sebagai protes atas hubungan perusahaan tersebut dengan Israel.

Sebagai tanggapan atas aksi protes pada Selasa (16/4) yang dipimpin sebuah kelompok dengan sebutan No Tech For Apartheid yang menentang Proyek Nimbus –sebuah kontrak penyimpanan awan senilai 1,2 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 19,4 triliun) dengan Israel– pihak Google pada Rabu (17/4) memutuskan untuk memecat 28 pegawainya yang dituduh ikut serta dalam aksi itu.

“Malam ini, Google tanpa pandang bulu memecat lebih dari dua lusin pekerja, termasuk mereka di antara kami yang tidak berpartisipasi langsung dalam protes bersejarah yang berlangsung selama 10 jam di dua wilayah pesisir kemarin,” menurut sebuah unggahan di X oleh No Tech For Apartheid.

Chris Rackow, kepala keamanan global Google, menekankan kebijakan nol toleransi perusahaan terhadap perilaku pengunjuk rasa dalam memo yang dikirimkan kepada seluruh karyawan yang juga beredar di media sosial.

“Perilaku seperti ini tidak mendapat tempat di tempat kerja kami dan kami tidak akan membiarkannya,” ujarnya.

Setelah adanya penyelidikan, hari ini kami memutuskan hubungan kerja dengan dua puluh delapan karyawan yang diketahui terlibat. Kami akan terus menyelidiki dan mengambil tindakan jika diperlukan,” tambahnya.

Sebagai tanggapan, No Tech For Apartheid mengutuk tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan pembalasan yang mencolok”.

“Tindakan pembalasan yang mencolok ini adalah indikasi nyata bahwa Google lebih menghargai kontrak senilai 1,2 miliar dolar dengan pemerintah dan militer Israel yang melakukan genosida dibandingkan pekerjanya sendiri,” kata kelompok tersebut.

Pemecatan tersebut, yang terjadi hanya beberapa jam setelah polisi menahan sembilan karyawan selama protes duduk di Sunnyvale, California, dan sebuah kantor di New York, telah menimbulkan gelombang kontroversi di dalam dan di luar perusahaan.

Baca Juga:  Ini Bedanya Google AdWords dan Adsense yang Perlu Dipahami

Proyek Nimbus

Proyek Nimbus mencakup sistem awan dan pembelajaran mesin yang memungkinkan penyimpanan data, pengumpulan, analisis, identifikasi motif dan fitur dari data, serta prediksi potensi data dan motif.

Kontrak senilai 1,2 miliar dolar untuk proyek ini ditandatangani pada April 2021 antara Israel, Google, dan Amazon.

Israel mengumumkan pada April 2021 bahwa Google dan Amazon memenangkan tender negara secara besar-besaran, yang memungkinkan Israel untuk membangun pusat server penyimpanan awan lokal.

Sistem ini dapat mengumpulkan semua sumber data yang disediakan oleh Israel dan militernya, termasuk basis data, sumber daya, dan bahkan sumber observasi langsung seperti kamera jalanan dan drone.

Kritikus berpendapat bahwa proyek ini dapat membantu Israel melanjutkan sistem penindasan, dominasi, dan segregasi terhadap rakyat Palestina yang mirip aparteid.

Sumber: Anadolu

Berita Terkait

TikTok Tunjuk Sosok Kunci Ini Gagalkan Blokir Joe Biden di AS
Google Cuan Nilainya Tembus Rp 34.106 Triliun
Begini Nasib TikTok di Amerika Serikat, Dijual atau Mati
Google Ketar-Ketir Usai Facebook Dibantai Investor
Wilayah AS bagian California Google Hapus Link Berita
Amerika Mau Beli TikTok, Ini Harganya
Ini Persyaratan Platform Pengelolaan Izin baru untuk menayangkan iklan di EEA dan Inggris Raya
Segini Harga Samsung Galaxy A23 5G Versi terbaru RAM 8 GB
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 April 2024 - 21:37 WIB

TikTok Tunjuk Sosok Kunci Ini Gagalkan Blokir Joe Biden di AS

Senin, 29 April 2024 - 20:20 WIB

Google Cuan Nilainya Tembus Rp 34.106 Triliun

Sabtu, 27 April 2024 - 12:49 WIB

Begini Nasib TikTok di Amerika Serikat, Dijual atau Mati

Jumat, 26 April 2024 - 21:29 WIB

Google Ketar-Ketir Usai Facebook Dibantai Investor

Jumat, 19 April 2024 - 15:45 WIB

28 karyawan Google dipecat karena protes proyek Nimbus yang dukung Israel

Minggu, 14 April 2024 - 03:54 WIB

Wilayah AS bagian California Google Hapus Link Berita

Kamis, 4 April 2024 - 14:37 WIB

Amerika Mau Beli TikTok, Ini Harganya

Jumat, 26 Mei 2023 - 16:39 WIB

Ini Persyaratan Platform Pengelolaan Izin baru untuk menayangkan iklan di EEA dan Inggris Raya

Berita Terbaru