26 negara dukung rencana Tiongkok dan Brasil untuk mengakhiri perang di Ukraina

Rabu, 5 Juni 2024 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi

Beijing, Mercinews.com – Ukraina dan negara agresor Rusia “mengonfirmasi sebagian besar isi” prinsip-prinsip “rencana perdamaian Global Selatan” yang disampaikan Tiongkok dan Brasil dalam pernyataan bersama pada akhir Mei.

Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, seperti dilansi Bloomberg Selasa (4/6).

Badan tersebut mencatat bahwa “rencana perdamaian” tersebut tidak memenuhi tuntutan utama Ukraina, yaitu penarikan pasukan Rusia dari seluruh wilayah negara tersebut, termasuk wilayah yang diduduki sejak tahun 2014.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, diktator Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky menolak melakukan negosiasi satu sama lain.

Menurut Wang Yi, 26 negara telah mendukung “rencana perdamaian” Beijing dan setuju untuk bergabung atau sedang mencari cara untuk bergabung dengan “pemahaman bersama” yang telah dicapai Brasil dan Tiongkok. Sebanyak 45 negara memberikan tanggapan positif terhadap gagasan ini, dan Turki secara khusus memberi mereka “nilai tinggi.”

Baca Juga:  Houthi Yaman Tembak jatuh drone MQ9 Reaper Amerika dengan rudal di Marib

Pada saat yang sama, ia menyatakan bahwa “kondisi untuk negosiasi perdamaian belum siap.” Tiongkok akan “membuat keputusannya sendiri” mengenai partisipasi dalam pertemuan tersebut, Wang Yi menekankan.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam KTT Perdamaian Global yang akan berlangsung pada 15-16 Juni di Swiss.

Pada tanggal 31 Mei, Reuters, mengutip sumbernya sendiri, melaporkan bahwa Tiongkok menolak untuk berpartisipasi dalam pertemuan puncak perdamaian di Swiss. Tiongkok kemudian secara resmi menegaskan tidak akan menghadiri pertemuan tersebut.

Baca Juga:  Prabowo menemui Raja Yordania bahas krisis kemanusiaan di Gaza Palestina

Menurut Zelensky, Tiongkok juga berusaha menghalangi beberapa negara untuk berpartisipasi dalam KTT tersebut.

Zelensky telah berulang kali menekankan bahwa Kiev tidak akan mengadakan perundingan dengan Moskow saat pasukan Rusia berada di wilayah Ukraina.

Pada tanggal 24 Mei, Reuters melaporkan bahwa Brasil dan Tiongkok menyerukan perundingan damai antara Rusia dan Ukraina dengan partisipasi kedua negara, karena langkah tersebut “adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan “krisis Ukraina.”

Pernyataan terkait ditandatangani oleh Penasihat Khusus Presiden Brasil Celso Amorim dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.

Baca Juga:  Wali Nanggroe dan tiga rektor ke Kota Kazan tindaklanjuti kerjasama Aceh-Rusia

Dokumen tersebut mencatat bahwa kedua negara mendukung konferensi perdamaian internasional “yang diadakan pada waktu yang tepat, diakui oleh Rusia dan Ukraina, dengan partisipasi yang setara dari semua pihak, serta diskusi yang adil mengenai semua rencana perdamaian.”

Brasil dan Tiongkok juga menuntut agar semua pihak mematuhi tiga prinsip deeskalasi konflik: tidak memperluas medan perang, tidak mengintensifkan permusuhan, dan menghindari provokasi.

Dalam pernyataan tersebut, negara-negara tersebut juga mencatat tidak dapat diterimanya penggunaan senjata pemusnah massal, khususnya nuklir, kimia dan biologi, dan menarik perhatian pada perlunya mencegah proliferasi nuklir dan menghindari krisis nuklir.

(m/c)

Berita Terkait

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training
Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik
Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk
BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang
Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun
 Timnas Jepang: Skuad Eksperimen Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Asisten Pemerintahan Abdya Buka Manasik Haji di Mesjid Agung Baitul Ghafur
Mualem dikabarkan sakit, jalani pemeriksaan kesehatan di Singapura

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:37 WIB

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:47 WIB

Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:27 WIB

Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:10 WIB

BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang

Jumat, 23 Mei 2025 - 08:29 WIB

Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB