Tim SAR Banda Aceh evakuasi jenazah ABK asal Filipina di perairan Aceh Besar

Jumat, 17 Maret 2023 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, Mercinews.com – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh mengevakuasi jenazah warga negara Filipina anak buah kapal (ABK) asing yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di perairan Aceh Besar

Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Jumat, mengatakan jenazah warga negara Filipina yang dievakuasi tersebut atas nama Tubilan, berusia 27 tahun.

“Korban merupakan anak buah kapal kargo dengan nama MV Hong Fa Shang Hai berbendera Liberia. Korban meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kapal tempatnya bekerja,” kata Ibnu Harris Al Hussain.

Ibnu Harris mengatakan MV Hong Fa Shang Hai berlayar dari Tianjin, China, menuju Matadi, Kongo. Dalam pelayaran, korban bekerja mengecek bagian haluan kapal.

“Tiba-tiba, plat baja bagian depan kapal terlepas dan menghantam dada korban. Korban mengeluarkan darah dari mulut dan tulang rusuk patah. Kecelakaan terjadi pada Kamis (16/3/2023) sekira pukul 16.20 waktu setempat,” kata Ibnu Harris Al Hussain.

Selanjutnya, kapten kapal menghubungi Stasiun Radio Pantai (SROP) Sabang meminta bantuan evakuasi korban. Informasi tersebut diteruskan ke Kantor Basarnas Banda Aceh.

Berdasarkan informasi itu, kata Ibnu Harris Al Hussain, Basarnas memberangkatkan tim menggunakan kapal SAR KN Kresna 232 dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh.

Baca Juga:  Survei Terbaru: Ganjar 16,5%, Prabowo 16,3%, Anies 9,8%

“Kapal SAR dan kapal kargo tersebut merapat di titik evakuasi di Selat Benggala, perairan antara Pulau Aceh di Kabupaten Aceh Besar dengan Pulau Weh, Kota Sabang, pada Jumat (17/3) sekira pukul 01.00 WIB,” kata Ibnu Harris Al Hussain.

Sebelum jenazah korban dievakuasi ke KN Kresna 232, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banda Aceh memeriksa apakah korban menularkan penyakit berbahaya atau tidak.

“Setelah dipastikan aman dari penyakit berbahaya, korban diturunkan ke kapal SAR. Selanjutnya, KN SAR bergerak Pelabuhan Ulee Lheue yang berjarak 7,5 nautical mile atau mil laut dari titik kapal merapat.

Baca Juga:  Ketua AMM Abu Razak Ajak Tokoh Aceh Membangun Tanah Rencong

Selain personel Basarnas Banda Aceh, kata Ibnu Harris, proses evakuasi melibatkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan, Bea Cukai, Imigrasi, Polri, TNI AL Syahbandar serta mitra kerja, dan lainnya.

“Setiba di Pelabuhan Ulee Lheue, korban dievakuasi ke RSUD Zainoel Abid Banda Aceh untuk penanganan lebih lanjut. Dengan selesainya evakuasi jenazah warga negara Filipina tersebut, maka operasi SAR ditutup dan semua personel dikembalikan ke instansi masing-masing,” kata Ibnu Harris Al Hussain.

(m/c)

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Berpulang di Usia 73 Tahun, Jejaknya dari Seni hingga Politik
Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training
Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik
Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk
BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang
Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun
 Timnas Jepang: Skuad Eksperimen Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Asisten Pemerintahan Abdya Buka Manasik Haji di Mesjid Agung Baitul Ghafur

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:05 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang di Usia 73 Tahun, Jejaknya dari Seni hingga Politik

Senin, 20 Juli 2026 - 13:37 WIB

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:47 WIB

Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:27 WIB

Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:10 WIB

BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang

Berita Terbaru

Pemred Media Owrite Sayid Iskandarsyah (Foto: istimewa)

Berita

Setahun Owrite, Menatap Masa Depan Pers di Era Digital

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:56 WIB