KPK Amankan 28 Orang di Kasus OTT Bupati Meranti

Sabtu, 8 April 2023 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi manahan Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil. Muhammad Aidil terjaring OTT pada Kamis 6 April 2023 malam. Dalam perkara itu 27 orang lainnya juga ikut diamankan oleh tim KPK, termasuk Sekda.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulisnya kepada AJNN mengatakan, Bupati Meranti dan 27 orang tersebut ditangkap atas dugaan tindak pidana korupsi berupa pemotongan anggaran seolah-olah sebagai utang kepada penyelenggara negara atau yang mewakilinya tahun anggaran 2022-2023.

Kemudian terkait dugaan korupsi penerimaan fee jasa travel umroh dan dugaan korupsi pemberian suap pengondisian pemeriksaan keuangan tahun 2022 dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati dan 27 orang tersebut ditangkap di empat lokasi berbeda yaitu di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Siak, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dan Jakarta,” kata Ali.

Baca Juga:  Mario Dandy Gunakan Istilah Sepakbola yaitu Free Kick Saat Aniaya David

Adapun 27 orang yang diamankan dalam perkara tersebut yakni, Bambang Suprianto (BS), Sekda Kepulauan Meranti, Fitria Ningsih (FN), Kepala BPKAD), Suardi (SR), Kadis Pendidikan,, Eko Setiawan (ES), Plt.

Kepala BPBD, Tengku Arifin (TA), Kadis Koperasi UKM dan Tenaga Kerja, Piskot Ginting (PG), Plt. Kasatpol PP, Syafrizal (SF), Kabag Kesra, Said Amir (SA), Plt. Kadis Perikanan, Marwan (MW) Kadis Perindag, Fajar Triasmoko (FT), Plt Kadis PU, Ahmad Syafii (AS), Plt. Kadiskominfo.

Kemudian Mukhlisin (ML), Plt Kepala BPSDM, Irwandi (IW), Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sukri (SK), Plt. Kadis Sosial, M Khadafi (MK), Plt. Sekwan, Dahliawati (DL), Bendahara BPKAD, Istiqomah (IT), Kabid Aset BPKAD, Dita Anggoro (DA), Staf BPKAD, Sukardi (SJ), Staf Administrasi, Angga Dwi Pangestu (ADP), Ajudan Bupati, Restu Prayogi (RP), Ajudan Bupati, Masnani (MN), Aspri Bupati, Fadlil Maulana (FM), Ajudan Bupati, Tarmizi (TM), Kabag Umum, Mardyansyah (MY), Mantan Kadis PU, M Fahmi Aressa (MFA), Pemeriksa Muda BPK Perwakilan Riau, dan Reza (RZ), (pemilik PT TM.

Baca Juga:  Polisi Gelar Perkara Tentukan Tersangka Kasus Taruna STIP Tewas Dianiaya Senior

Ali menyebutkan, OTT terhadap Bupati dan 27 orang tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait adanya informasi dugaan penyerahan

uang kepada Penyelenggara Negara. Mendapat laporan tersebut, pada Kamis 6 April 2023, Tim KPK langsung bergerak ke wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Awalnya, kata Ali, Tim KPK mendapatkan informasi adanya perintah M Ali untuk mengambil uang setoran dari Kepala SKPD melalui RP selaku ajudannya.

Selanjutnya sekitar pukul 21.00 WIB, Tim kemudian mengamankan beberapa pihak yaitu FN dan TM ke Polres Meranti. Dari hasil permintaan keterangan FN dan TM, diperoleh informasi adanya penyerahan uang untuk keperluan M Ali (Bupati) yang telah berlangsung lama hingga mencapai puluhan miliar.

Baca Juga:  Pejabat Balai DJKA Jateng Terjaring OTT KPK

“Tim yang berkoordinasi dengan Polres Merangin langsung melakukan pengamanan di rumah dinas Bupati dan posisi M Ali saat itu ada di dalam rumah dinas,” kata M Ali.

Selain itu turut diamankan dan dilakukan permintaan keterangan kepada beberapa Kepala SKPD dan seluruhnya menerangkan telah menyerahkan uang pada M Ali (bupati) melalui FN (ajudannya).

Kemudian, kata Ali, di wilayah Pekanbaru, Tim mengamankan MFA (Pemeriksa Muda BPK Perwakilan Riau) dan ditemukan uang tunai Rp1 Miliar. Uang tersebut diberikan M Ali (bupati) untuk pengondisian pemeriksaan keuangan Pemkab Kepulauan Meranti.

“Adapun uang yang ditemukan dan diamankan dalam kegiatan tangkap tangan sebagai bukti permulaan sejumlah sekitar Rp1,7 Miliar,” katanya seraya menambahkan para pihak tersebut selanjutnya dilakukan pemeriksaan intensif.

[m/c]

Berita Terkait

Pengadilan Tinggi Banda Aceh vonis mati 8 terdakwa narkotika sepanjang 2024
JPU Ajukan Banding Atas Putusan 20 Tahun Penjara Terdakwa Kasus Narkotika di Bireuen
2 Tersangka Penyeludup 180 kg Sabu di Perairan Aceh Timur Terancam Hukuman Mati
TPFI Ungkap Penemuan Baru Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
Polresta Banda Aceh tangkap 19 pelaku judi online, bakal di hukuman cambuk
Transaksi Rp 600 Triliun, 3 juta Lebih warga Indonesia Main Judi Online
Suami di Aceh Besar aniaya istrinya dengan sadis, mata pecah leher tersayat pisau
Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juli 2024 - 21:04 WIB

Pengadilan Tinggi Banda Aceh vonis mati 8 terdakwa narkotika sepanjang 2024

Rabu, 3 Juli 2024 - 14:37 WIB

JPU Ajukan Banding Atas Putusan 20 Tahun Penjara Terdakwa Kasus Narkotika di Bireuen

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:59 WIB

2 Tersangka Penyeludup 180 kg Sabu di Perairan Aceh Timur Terancam Hukuman Mati

Minggu, 23 Juni 2024 - 23:17 WIB

TPFI Ungkap Penemuan Baru Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Rabu, 19 Juni 2024 - 17:49 WIB

Polresta Banda Aceh tangkap 19 pelaku judi online, bakal di hukuman cambuk

Berita Terbaru