Ini Isi Surat Terbuka Karyawan Google untuk Bos Besar

Senin, 20 Maret 2023 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Sejumlah karyawan Google menyurati sang bos besar, Sundar Pichai. Surat itu berisi permintaan penanganan PHK berjumlah 12 ribu orang yang baru-baru ini dilakukan.

Salah satu tuntutan karyawan adalah memprioritaskan pekerja yang diberhentikan untuk bisa kembali bekerja, baik di luar maupun dalam lingkungan Google.

Selain itu juga meminta untuk membekukan perekrutan karyawan baru selama periode PHK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada suara pekerja yang dipertimbangkan secara memadai dan kami tahu bahwa sebagai pekerja kami lebih kuat saat bersama-sama daripada sendirian,” tulis surat yang ditandatangani lebih dari 1.400 pekerja tersebut.

Dalam salah satu bagian penutup, mereka juga mengingatkan perusahaan untuk tak jadi jahat, seperti tagline raksasa teknologi pada umumnya ‘don’t be evil’.

Baca Juga:  Transformasi AI Meta Berujung PHK, Zuckerberg Bilang Begini

“Kami mengimbau Anda dan Alphabet secara lebih luas membuat komitmen publik penting ini.

Perusahaan telah lama menggembar-gemborkan komitmen melakukan hal yang benar bagi pengguna dan pekerja, dan komitmen ini menunjukkan bahwa Alphabet mematuhi Kode Etik: Jangan Menjadi Jahat,” kata surat tersebut.

Baik Google dan Alphabet Workers Union tidak segera menanggapi permintaan komentar dari BusinessInsider.

PHK Google terjadi pada Januari lalu. Pichai, saat itu, mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan tanggung jawabnya secara penuh.

Berikut isi surat dari karyawan Google yang dikutip dari Business Insider, Senin (20/3/2023):

Sundar,

Dampak keputusan Alphabet mengurangi pekerjanya bersifat global. Tidak ada suara yang dipertimbangkan secara memadai dan kami tahu bahwa sebagai pekerja kami lebih kuat bersama dibandingkan sendirian. Inilah yang membua kami datang bersama dari seluruh dunia untuk didengarkan.

Secara khusus, kami meminta komitmen publik dari Anda:

1. Bekukan seluruh proses perekrutan baru selama PHK.

2. Beri prioritas untuk memperkerjakan kembali pegawai Alphabet yang sudah di-PHK baru-baru ini. Mengutamakan opsi transfer internal, memprioritaskan akses pekerjaan tanpa perlu wawancara ulang dan setuju untuk menyepakati paket pesangon yang adil.

3. Lindungi rekan kerja kami dari negara konflik aktif atau krisis kemanusiaan (seperti Ukraina, Rusia, dll). Jangan memberhentikan pegawai yang mengharuskan kembali ke negara yang tidak aman atau tidak stabil. Beri dukungan ekstra untuk ini dan pekerja yang berisiko kehilangan izin tinggal: bantu cari pekerjaan, internal dan eksternal, dan beri cuti yang memadai.

4. Menghormati cuti yang dijadwalkan (Maternity, Baby Bonding, Carer’s and Bereavement) dan tidak memberikan pemberitahuan hingga cuti berakhir. Pekerja diberi pemberitahuan akan diberitahukan secara langsung dan akan diberi kesempatan mengucapkan selamat tinggal pada rekan kerjanya.

5. Memastikan tidak ada efek diskriminatif berdasarkan jenis kelamin, identitas gender, umur, orientasi seksual, rad atau etnis, kasta, status veteran, agama dan disabilitas.

Kami mengimbau Anda dan Alphabet secara lebih luas membuat komitmen publik untuk hal yang krusial ini. Perusahaan telah lama menggembar-gemborkan komitmen melakukan hal yang benar bagi pengguna dan pekerja, dan komitmen ini menunjukkan bahwa Alphabet mematuhi Kode Etik: Jangan Menjadi Jahat.

Kami tahu permintaan ini sesuai dengan kapasitas dan kemampuan Anda untuk memenuhinya.

(m/c)

Baca Juga:  Dua Cewek Boncengan Naik Motor Masuk Tol Cijago karena Ikuti Google Maps

Berita Terkait

Alasan Rusia Minta Pengguna iPhone Beralih ke Android
Transformasi AI Meta Berujung PHK, Zuckerberg Bilang Begini
IPOT Jadi Platform Transformasi AI Nasional, Ajak Gen Z Melek Finansial dan AI
Pesan dari Nomor Tak Dikenal Bakal Dipantau, WhatsApp Kembangkan Fitur Scam Alert
Google Beri Peringatan, Ratusan Aplikasi Berbahaya Incar Pengguna Android
BRIN dan PalmCo Kembangkan Bio-CBG dari Limbah Sawit, Didorong Jadi Substitusi LPG Impor
PTPN IV PalmCo Gandeng ITS Surabaya, Kembangkan Bensin Sawit
Silaturahmi Ramadan, CMP dan Mitrapol Perkuat Peran Pemuda Kreatif di Era Digital

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:50 WIB

Alasan Rusia Minta Pengguna iPhone Beralih ke Android

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Transformasi AI Meta Berujung PHK, Zuckerberg Bilang Begini

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:45 WIB

IPOT Jadi Platform Transformasi AI Nasional, Ajak Gen Z Melek Finansial dan AI

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:08 WIB

Pesan dari Nomor Tak Dikenal Bakal Dipantau, WhatsApp Kembangkan Fitur Scam Alert

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:47 WIB

Google Beri Peringatan, Ratusan Aplikasi Berbahaya Incar Pengguna Android

Berita Terbaru