Dinkes Surabaya sebut 2,3 persen anak terkena diabetes melitus

Rabu, 15 Februari 2023 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, – Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyebut sebanyak 184 atau 2,3 persen anak-anak berusia 15-18 tahun di Kota Pahlawan, Jawa Timur, sepanjang tahun 2022 terkena diabetes melitus (DM).

“Pada tahun sebelumnya 2021, sebanyak 176 atau 2,2 persen anak-anak terkena diabetes. Sedangkan pada Januari 2023 ini terdapat 4 kasus diabetes pada anak,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Rabu (15/2/2023).

Menurut dia, hal ini dikarenakan adanya peningkatan skrining kesehatan pada populasi anak, sehingga masyarakat lebih peduli terhadap kesehatannya dan secepatnya bisa diketahui lebih awal adanya diabetes di usia anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nanik menjelaskan, penyebab diabetes pada anak dikarenakan pola makan yang tidak sehat atau sering mengkonsumsi makanan siap saji (junk food), malas beraktivitas, dan faktor genetik. Yakni keturunan dari orang tua yang mengidap diabetes.

Baca Juga:  Program DASHAT Solusi Pencegahan Stunting

“Tanda anak-anak yang terjangkit diabetes di antaranya adalah mudah kelelahan, berat badan turun, selalu merasa lapar atau haus, sering buang air kecil terutama malam hari, ada gangguan penglihatan, dan napas terasa berat,” kata dia.

Oleh sebab itu, kata dia, Dinkes berupaya meningkatkan sosialisasi makanan seimbang, seperti perbanyak makan sayur dan buah, mengurangi minuman manis, bersoda dan makanan siap saji.

Selain itu, melakukan deteksi dini kepada anak, khususnya anak dengan riwayat genetik diabetes serta meningkatkan kapasitas petugas dengan pelatihan penanganan kasus diabetes pada anak.

Baca Juga:  Dinkes Aceh deteksi dua anak lumpuh layu akibat virus polio

“Dan memperbaiki sistem rujukan bagi anak-anak dengan kasus diabetes, yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Maka, anak-anak diharapkan bisa melakukan olahraga secara rutin, mengurangi penggunaan gadget, dan memperbanyak aktivitas dengan teman sebaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nanik meminta para orang tua untuk memperhatikan pola makan anak-anaknya sebagai upaya pencegahan diabetes. Untuk itu, dia juga mengimbau orang tua yang memiliki riwayat diabetes untuk segera memeriksakan anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Menu seimbang sesuai dengan usianya, mengurangi makanan manis, dan diimbangi aktivitas fisik secara teratur,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga mengingatkan kepada para orang tua agar mengawasi pola makanan anak-anaknya guna mencegah terkena penyakit diabetes pada anak. Salah satunya, menghindari konsumsi makanan cepat saji atau junk food secara berlebihan.

Baca Juga:  Dinkes Bireuen Tambah Sarana dan Prasarana Persiapan Izin RSUD Peusangan

Untuk itu, Cak Eri meminta orang tua agar anak-anaknya tidak jajan di luar sekolah, melainkan harus di kantin sekolah. Hal itu dikarenakan yang jual di kanton sekolah adalah UMKM atau warga Surabaya yang bergabung di UMKM binaan Pemkot Surabaya.

“Kalau beli di luar ya makanannya sudah tidak lagi sehat dan higienis, serta kandungan-kandungannya tidak bisa dikontrol. Ini yang penting bagi orang tuanya, karena konsumsi (makanan) mereka itu jadi tanggung jawab orang tua juga,” ujar dia.(*)

Sumber: ANTARA

Berita Terkait

Angka Kematian Bayi di Abdya Capai 12 Kasus Sepanjang Juli 2024
Pemkot Banda Aceh intervensi serentak pencegahan anak stunting
MER-C Papua Lakukan Mobile Clinic ke Pesantren Baitul Muallaf
Dinkes Bireuen Tambah Sarana dan Prasarana Persiapan Izin RSUD Peusangan
Banyak Warga China Stres, Ternyata Ini yang Terjadi
Kenali Gangguan Kecemasan pada Remaja dan Cara Mengatasinya
Pasien Berobat Keluhkan Pelayanan RSUTP Abdya
Saat Dirujuk ke RS, ODGJ di Aceh Tengah Bawa Kabur Ambulans
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 11:05 WIB

Angka Kematian Bayi di Abdya Capai 12 Kasus Sepanjang Juli 2024

Jumat, 14 Juni 2024 - 12:10 WIB

Pemkot Banda Aceh intervensi serentak pencegahan anak stunting

Kamis, 6 Juni 2024 - 20:05 WIB

MER-C Papua Lakukan Mobile Clinic ke Pesantren Baitul Muallaf

Jumat, 24 Mei 2024 - 22:36 WIB

Dinkes Bireuen Tambah Sarana dan Prasarana Persiapan Izin RSUD Peusangan

Rabu, 8 Mei 2024 - 15:45 WIB

Banyak Warga China Stres, Ternyata Ini yang Terjadi

Berita Terbaru