MERCINEWS.COM – Meski sudah enam tahun meninggalkan Santiago Bernabéu, sosok Cristiano Ronaldo rupanya masih sangat lekat dengan Real Madrid. Hal ini diakui langsung oleh Kylian Mbappé yang menyebut sang mega bintang sebagai panutan dan simbol klub hingga kini.
“Cristiano selalu menjadi panutan bagi saya. Saya beruntung bisa berbicara dengannya, dia sering memberi nasihat dan banyak membantu saya. Menurut saya, di Madrid dia masih nomor satu. Dia tetap menjadi titik referensi bagi para pemain Real Madrid,” ujar Mbappé seperti dikutip dari ESPN, Senin (13/10).
Pernyataan Mbappé mempertegas bahwa warisan Ronaldo di Madrid tak hanya soal statistik, melainkan juga pengaruh mental juara yang masih dirasakan hingga saat ini. Dalam sembilan musim (2009-2018), Ronaldo mencetak 450 gol dan mempersembahkan 16 trofi, termasuk empat gelar Liga Champions.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski Mbappé tengah bersinar dengan torehan 44 gol di musim debutnya (2024–2025) dan 14 gol pada awal musim ini, ia menyadari bahwa pencapaiannya belum sebanding dengan era keemasan Ronaldo. Real Madrid juga belum meraih trofi besar musim lalu, meskipun kini berada di puncak klasemen sementara LaLiga dengan keunggulan dua poin atas Barcelona setelah delapan laga.
Mbappé secara jujur menilai timnya masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama setelah kekalahan telak 2-5 dari Atletico Madrid dalam laga derbi bulan lalu.
“Mereka datang untuk bermain di derbi, dan kami juga, tapi tanpa intensitas. Mereka memenangkan semua duel. Sulit menang jika bermain seperti itu,” ungkapnya.
Sorotan pada Rivalitas Internal dan Ambisi Prancis
Selain membicarakan Ronaldo, Mbappé juga menepis isu rivalitas dengan Vinicius Junior. Keduanya sama-sama beroperasi di sisi kiri serangan, sehingga sempat menjadi sorotan publik. Namun, Mbappé memastikan hubungan mereka sangat baik.
“Dua pemain terkenal dalam satu tim memang menarik perhatian, tapi kenyataannya hubungan saya dengan Vinicius sangat baik. Tahun ini jauh lebih baik karena kami sudah saling mengenal,” katanya.
Di level internasional, Mbappé baru saja mencetak gol saat Prancis menang 3-0 atas Azerbaijan dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia sempat ditarik keluar pada akhir laga karena cedera pergelangan kaki cedera serupa yang sempat dialaminya saat membela Madrid akhir pekan sebelumnya.
Prancis menjadi salah satu unggulan untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Namun, Mbappé menganggap Spanyol sebagai lawan terkuat di Eropa.
“Menurut saya, Spanyol adalah tim terbaik di Eropa sekarang. Tapi Piala Dunia adalah ajang yang berbeda,” ujar peraih trofi Piala Dunia 2018 itu.
Bayangan Ronaldo di Ruang Ganti Madrid
Pengaruh Cristiano Ronaldo di Madrid tidak hanya terasa di atas lapangan, tetapi juga di ruang ganti. Mbappé menyebut, para pemain dan pendukung Los Blancos masih memandang sang legenda sebagai sosok sentral.
“Para fan masih memimpikan Cristiano. Namun saya ingin menempuh jalan saya sendiri,” kata Mbappé.
Meskipun Ronaldo telah berkarier di luar Madrid sejak 2018, namanya masih menjadi standar tertinggi bagi para pemain yang datang ke klub tersebut, termasuk Mbappé. Kini, tugas besar bagi sang bintang asal Prancis adalah membangun era baru tanpa kehilangan warisan mental juara dari sang legenda.(red)






