JAKARTA, MERCINEWS.COM – Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan, warga RT 008 RW 004 Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara, memasang kamera pengawas (CCTV) dan membangun portal pembatas akses keluar-masuk wilayah. Langkah ini merupakan inisiatif langsung dari Ketua RT, Nurul Juhariah, yang prihatin terhadap maraknya aksi pencurian di wilayahnya.
Menurut Nurul, inisiatif pemasangan CCTV dan portal ini berangkat dari pengalaman pahit yang pernah terjadi di wilayahnya.
“Beberapa waktu lalu, motor milik warga hilang. Saya merasa bertanggung jawab, karena sebagai ketua RT saya ingin lingkungan ini aman. Saya tidak ingin kejadian seperti itu terulang,” ungkapnya kepada awak media, Sabtu (19/7).
Nurul menuturkan, pemasangan CCTV dan pembangunan portal tersebut dibiayai secara swadaya. Total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp5 juta, yang diperoleh dari kas RT, sumbangan para pengurus, dan partisipasi warga.
Dana itu dibagi dua, Rp2,5 juta digunakan untuk membeli dan memasang perangkat CCTV, sementara Rp2,5 juta sisanya untuk membangun portal sebagai pengatur akses masuk keluar di jam-jam tertentu.
“Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi bentuk nyata kepedulian kami terhadap lingkungan. Dengan adanya CCTV dan portal, ruang gerak pelaku kejahatan bisa ditekan. Warga pun bisa merasa lebih aman dan nyaman,” jelas Nurul.
Pembangunan portal dilakukan di titik akses utama wilayah RT 008, dan dijaga dengan pengaturan waktu buka-tutup tertentu. Sementara itu, CCTV dipasang di beberapa titik strategis yang rawan aktivitas mencurigakan, termasuk di area parkir dan akses gang masuk.
Tak hanya soal keamanan, Nurul juga aktif menyampaikan informasi publik melalui grup WhatsApp warga. Ia rutin membagikan info terkait layanan puskesmas, kegiatan kelurahan, imunisasi anak-anak, hingga program kesehatan bagi lansia.
“Warga di sini kompak. Kalau ada info, langsung saya kirim ke grup supaya semua bisa tahu dan ikut berpartisipasi,” tambahnya.
Nurul yang kini menjabat periode kedua sebagai ketua RT, juga tengah menyiapkan program penertiban administratif melalui pembagian plat nomor rumah secara gratis. Program ini ditargetkan rampung pada akhir 2025, dan diharapkan dapat mendukung pendataan serta menambah kerapian wilayah.
“Kami ingin RT 008 bukan hanya aman dari sisi keamanan fisik, tapi juga tertib dari sisi administrasi,” tegasnya.
Langkah-langkah sederhana namun berdampak besar ini menjadi contoh konkret bahwa perubahan bisa dimulai dari tingkat paling dasar. Kolaborasi antara pengurus RT dan warga menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman, rapi, dan saling peduli, bahkan di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan seperti Jakarta.(red)






