Bulan Perlahan Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Hilang

Senin, 2 Februari 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bulan dan Bumi (Foto: net)

Bulan dan Bumi (Foto: net)

Mercinews.com – Hubungan antara Bumi dan Bulan tidak bersifat tetap. Seiring waktu, satelit alami Bumi itu perlahan bergerak menjauh dari planet yang menjadi tempat tinggal manusia.

Perubahan jarak Bumi dengan Bulan ini memang berlangsung sangat lambat, tetapi dampaknya berpotensi mengubah salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan yang dapat disaksikan dari Bumi, yakni Gerhana Matahari Total.

Informasi mengenai perubahan jarak Bumi dan Bulan diperoleh melalui serangkaian pengamatan ilmiah yang telah dilakukan selama beberapa dekade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak era misi Apollo pada 1960-an, para astronaut menempatkan reflektor di permukaan Bulan. Perangkat ini memungkinkan para ilmuwan melakukan Lunar Laser Ranging Experiment dengan menembakkan sinar laser dari Bumi dan mengukur waktu pantulannya.

Baca Juga:  Semburan api matahari dapat memutus komunikasi radio dan padam listrik di Bumi

Melalui pengukuran yang dilakukan secara berulang, para peneliti menemukan bahwa Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan rata-rata sekitar 3,8 sentimeter per tahun.

Meski terkesan tidak signifikan, pergeseran ini menjadi berarti dalam skala waktu geologis.

Dampak dari menjauhnya Bulan mulai terlihat pada kemungkinan berkurangnya Gerhana Matahari Total di masa depan. Saat ini, fenomena tersebut masih dapat terjadi karena ukurannya tampak hampir sama dengan Matahari jika dilihat dari Bumi.

Baca Juga:  PSNCHAIN Menjadi Contoh Ekosistem yang Sejalan dengan Regulasi OJK

Kesamaan tampak ini terjadi karena meskipun diameter Matahari sekitar 400 kali lebih besar daripada Bulan, jaraknya dari Bumi juga sekitar 400 kali lebih jauh.

Namun, kondisi tersebut tidak akan berlangsung selamanya. Ketika terus menjauh, ukuran tampaknya di langit Bumi akan semakin mengecil.

Akibatnya, Bulan tidak lagi mampu menutupi Matahari secara sempurna, sehingga Gerhana Matahari Total perlahan akan tergantikan oleh gerhana cincin atau tidak terjadi sama sekali.

Catatan ilmiah menunjukkan bahwa Bulan pernah berada jauh lebih dekat dengan Bumi. Sekitar 4 miliar tahun lalu, sebelum menempati orbitnya seperti saat ini, ukurannya tampak hingga tiga kali lebih besar dibandingkan sekarang. Seiring waktu, interaksi gravitasi membuat jarak keduanya terus berubah.

Baca Juga:  Perubahan iklim telah meningkatkan kerataan bumi Penelitian oleh ilmuwan AS

Ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Richard Vondrak, pada 2017 menyatakan bahwa jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan terus menurun.

Ia memperkirakan bahwa sekitar 600 juta tahun mendatang, Bumi akan menyaksikan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa dinamika tata surya senantiasa berlangsung, bahkan pada sistem yang tampak stabil.

Perubahan kecil yang terjadi secara perlahan akan membentuk wajah langit Bumi dan pengalaman manusia dalam mengamati alam semesta di masa depan.(red)

Berita Terkait

Taiwan Excellence Hadir di BSD pada 4-8 November 2026, Yuk Kenali Inovasi Teknologi Taiwan!
Penggalian Terowongan Jalan Raya di Bawah Laut Tiongkok Rampung
PTPN IV Perkuat Transformasi Digital melalui Standar Internasional dan Tata Kelola TI
PTPN IV PalmCo Perkuat Mitigasi Karhutla dengan Teknologi GeoPalm Dashboard
Alasan Rusia Minta Pengguna iPhone Beralih ke Android
Transformasi AI Meta Berujung PHK, Zuckerberg Bilang Begini
IPOT Jadi Platform Transformasi AI Nasional, Ajak Gen Z Melek Finansial dan AI
Pesan dari Nomor Tak Dikenal Bakal Dipantau, WhatsApp Kembangkan Fitur Scam Alert
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Taiwan Excellence Hadir di BSD pada 4-8 November 2026, Yuk Kenali Inovasi Teknologi Taiwan!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penggalian Terowongan Jalan Raya di Bawah Laut Tiongkok Rampung

Sabtu, 26 September 2026 - 23:42 WIB

PTPN IV Perkuat Transformasi Digital melalui Standar Internasional dan Tata Kelola TI

Sabtu, 19 September 2026 - 11:25 WIB

PTPN IV PalmCo Perkuat Mitigasi Karhutla dengan Teknologi GeoPalm Dashboard

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:50 WIB

Alasan Rusia Minta Pengguna iPhone Beralih ke Android

Berita Terbaru