2 pejabat Majelis Adat Aceh dituntut lima tahun penjara terkait korupsi buku

Selasa, 4 Juni 2024 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto - Para terdakwa mengikuti persidangan tindak pidana korupsi pengadaan buka adat Rp5,6 miliar di pengadilan tipikor pada Pengadilan Negeri Banda Aceh di Banda Aceh. ANTARA/M Haris SA

foto - Para terdakwa mengikuti persidangan tindak pidana korupsi pengadaan buka adat Rp5,6 miliar di pengadilan tipikor pada Pengadilan Negeri Banda Aceh di Banda Aceh. ANTARA/M Haris SA

Banda Aceh Mercinews.com – Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut dua pejabat Majelis Adat Aceh (MAA) yang menjadi terdakwa tindak pidana korupsi pengadaan buku Rp5,6 miliar dengan hukuman masing-masing lima tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan Sutrisna dan kawan-kawan dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh di Banda Aceh, Selasa (4/6).

Sidang dengan majelis hakim diketuai Teuku Syarafi serta didampingi Zulfikar dan Harmi Jaya, masing-masing sebagai hakim anggota. Kedua terdakwa yakni Muhammad Zaini selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Sadaruddin selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan di MAA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di samping pidana lima tahun penjara, JPU juga menuntut kedua terdakwa membayar denda masing-masing Rp300 juta dengan subsidair atau hukuman pengganti enam bulan penjara.

Baca Juga:  Viral! Seorang Pengedar Sabu Ngaku Dilindungi Polisi, saat Konferensi Pers BNN

Baca juga: Dua pejabat MAA didakwa korupsi pengadaan buku Rp5,6 miliar

Selain kedua terdakwa, JPU juga menuntut rekanan pengadaan buku yakni terdakwa Emi Sukma dengan hukuman delapan tahun penjara, denda Rp300 juta subsidair enam bulan penjara.

JPU juga menuntut terdakwa Emi Sukma membayar uang pengganti kerugian negara Rp2,6 miliar. Apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti kerugian negara, maka dihukum dengan pidana empat tahun enam bulan penjara.

“Para terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 huruf a dan b Ayat (2) dan Ayat (3) UU Nomor 31 Tahun 1999 seperti diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 KUHP,” kata JPU.

Baca Juga:  Polisi Gadungan di Medan di Tangkap Polisi, Megaku Berpangkat Kombes

JPU mengatakan lembaga MAA mengelola anggaran Rp5,6 miliar pada tahun anggaran 2022 dan 2023. Anggaran tersebut untuk pengadaan buku adat istiadat serta mebel kantor.

Kemudian, kata JPU, para terdakwa membagi anggaran tersebut menjadi 23 paket pekerjaan guna menghindari pelelangan. Selanjutnya, terhadap rekanan pelaksana paket pekerjaan tersebut dilakukan dengan penunjukan langsung karena nilainya di bawah Rp200 juta per paket.

Terdakwa juga menyediakan sejumlah perusahaan untuk mengerjakan pengadaan buku. Pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi. Buku dari pengadaan tersebut sebagian besarnya masih terbungkus dalam kotak dan tidak dibagikan. Selain itu juga ada kekurangan volume pekerjaan, kata JPU.

Baca Juga:  Diangkut dengan kereta api, tank Abrams M1A1SA melalui Jerman diduga menuju Ukraina

“Akibat perbuatan para terdakwa, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp2,6 miliar lebih. Kerugian negara tersebut berdasarkan hasil audit Inspektorat Aceh,” kata JPU.

Usai mendengar tuntutan jaksa penuntut umum tersebut, ketiga terdakwa menyatakan akan mengajukan pembelaan. Majelis hakim melanjutkan sidang pada Jumat (7/6), dengan agenda mendengarkan pembelaan para terdakwa.

MAA merupakan, lembaga daerah di bawah naungan Pemerintah Aceh. Selain di bawah pemerintah provinsi, lembaga daerah tersebut juga dibentuk di tingkat kabupaten kota. Tugas dan fungsi lembaga tersebut melestarikan, membina, mengkaji, dan mengembangkan adat istiadat di Provinsi Aceh.

(m/c)

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Polresta Banda Aceh tangkap 19 pelaku judi online, bakal di hukuman cambuk
Transaksi Rp 600 Triliun, 3 juta Lebih warga Indonesia Main Judi Online
Suami di Aceh Besar aniaya istrinya dengan sadis, mata pecah leher tersayat pisau
Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap
Minta Prabowo Turun Tangan Selesaikan Kasus Vina, Mahfud MD: Ini Kriminal Jahat
Pengadilan Memperberat Hukuman Eks Kepala Bea Cukai Makassar Jadi 12 Tahun Penjara
Edarkan Sabu di dalam lapas Meulaboh, dua narapidana tangkap Polisi
Terkait Buronan Harun Masiku, Penyidik KPK Sita Handphone dan Tas Hasto Kristiyanto
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:54 WIB

Transaksi Rp 600 Triliun, 3 juta Lebih warga Indonesia Main Judi Online

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:14 WIB

Suami di Aceh Besar aniaya istrinya dengan sadis, mata pecah leher tersayat pisau

Kamis, 13 Juni 2024 - 21:54 WIB

Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap

Rabu, 12 Juni 2024 - 17:53 WIB

Minta Prabowo Turun Tangan Selesaikan Kasus Vina, Mahfud MD: Ini Kriminal Jahat

Selasa, 11 Juni 2024 - 16:06 WIB

Pengadilan Memperberat Hukuman Eks Kepala Bea Cukai Makassar Jadi 12 Tahun Penjara

Selasa, 11 Juni 2024 - 13:57 WIB

Edarkan Sabu di dalam lapas Meulaboh, dua narapidana tangkap Polisi

Senin, 10 Juni 2024 - 17:21 WIB

Terkait Buronan Harun Masiku, Penyidik KPK Sita Handphone dan Tas Hasto Kristiyanto

Jumat, 7 Juni 2024 - 00:12 WIB

Polisi Buka Hotline Untuk Masyarakat Terkait Kasus Vina Cirebon

Berita Terbaru

Rusia dan Vietnam menandatangani sejumlah dokumen kerja sama

Dunia

Negosiasi Putin dengan Presiden Vietnam telah berakhir

Kamis, 20 Jun 2024 - 15:03 WIB

Kimmich, Jerman, memblok tembakan di menit 90 /Foto:X euto2024

Olahraga

Hasil kedua Grup A Euro 2024, Jerman Unggul 2-0 Atas Hungaria

Kamis, 20 Jun 2024 - 00:55 WIB

Kroasia Vs Albania /Foto: X euro2024

Olahraga

Hasil Kroasia Vs Albania imbang 2-2, Euro 2024

Rabu, 19 Jun 2024 - 23:58 WIB