Buron nomor 1 Thailand Chaowalit Pakai Nama ‘Sulaiman’ demi Menyamar di Aceh

Minggu, 2 Juni 2024 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Chaowalit Thongduang, buron yang paling dicari di Thailand, ditangkap di Bali setelah 7 bulan melarikan diri. (Foto: dok. Istimewa)

Foto: Chaowalit Thongduang, buron yang paling dicari di Thailand, ditangkap di Bali setelah 7 bulan melarikan diri. (Foto: dok. Istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Buron nomor 1 Thailand Chaowalit Thongduang menggunakan nama ‘Sulaiman’ selama bersembunyi di Indonesia. Polri mengungkap alasan dia menggunakan nama tersebut.

“Karena yang membuat KTP ini di wilayah Aceh, pasti dicari nama yang sesuai dengan kondisi wilayah, kan walaupun di Indonesia bisa berlaku di manapun juga, tapi kalau menggunakan KTP asli dan menggunakan nama biasa yang digunakan oleh masyarakat Aceh artinya menjadi bagian dari upaya dia untuk menyamarkan,” kata Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada dalam jumpa pers, Minggu (2/6/2024).

Wahyu menyebut, Chaowalit dibantu perempuan WNI berinisial FS untuk memalsukan identitas tersebut. FS sekarang sudah diamankan pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sedangkan yang membantu buronan untuk membuat identitas palsu berupa KTP, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran sebagai penduduk Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh adalah seorang perempuan dengan inisial FS. Dalam melakukan aksinya tersebut, FS dibantu oleh seorang berinisial U,” jelasnya.

Baca Juga:  Partai Marine Le Pen kalah pada putaran kedua pemilihan parlemen Prancis

Dirtipid Narkoba Brigjen Mukti Juharsa menambahkan, Chaowalit sempat singgah dulu di India sebelum akhirnya ke Indonesia. Buron tersebut memilih Indonesia sebagai negara pelarian lantaran mukanya lebih mirip dengan orang pribumi.

“Karena mukanya di India tidak sama dengan muka dia. Dia seperti muka Indonesia. Makannya dia ke Indonesia dengan nama Sulaiman,” kata Mukti.

Chaowalit atau Paeng sendiri ditangkap di sebuah apartemen di Kecamatan Badung, Bali pada Kamis (30/5). Penangkapan dipimpin Kombes Audie S Latuheru.

Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri mendapatkan permintaan dari otoritas Thailand untuk membantu melakukan pencarian terhadap Chaowalit, setelah napi kasus penembakan itu terdeteksi kabur ke RI. Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh Kepala Divisi Hubinter Polri yang memerintahkan Kepala Bagian Kejahatan Internasional (Kabag Jianter) Divhubinter Polri Kombes Audie Latuheru untuk memimpin pencarian Chaowalit.

Baca Juga:  Puncak Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional 2024 Bakal Digelar di Aceh Utara

Ngobrol Pakai Google Translate di Indonesia
Chaowalit Thongduang, buronan nomor 1 di Thailand sempat berhubungan dengan warga lokal selama pelariannya di Indonesia. Chaowalit yang tidak bisa berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia ini menggunakan Google Translate untuk berkomunikasi.

“Dia tidak bisa Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, jadi komunikasinya pakai Google Translate,” kata Kadivhubinter Polri Irjen Krishna Murti saat dihubungi wartawan, Sabtu (1/6).

Chaowalit diketahui sempat berhubungan dengan warga lokal saat berada di Medan dan Bali. Dia juga diketahui memacari wanita WNI selama di Medan, Sumatera Utara.

Baca Juga:  Malik Mahmud Minta Ketua Umum PA Perbaiki segala kekurangan dan kelemahan

“Informasi yang kami peroleh, yang bersangkutan pernah punya pacar cewek WNI,” jelasnya.

Saat polisi menangkap Chaowalit Thongduang di Bali pada 30 Mei 2024, mereka turut mengamankan barang bukti berupa identitas palsu ‘Sulaiman’ itu.

“Tim gabungan mengamankan beberapa barang bukti, berupa 4 buah handphone, identitas palsu berupa KTP, KK, dan akta kelahiran atas nama Sulaiman, sebagai penduduk dari Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Kemudian rekening BCA atas nama Sulaiman. Dan 1 buah kartu debit BCA, 2 buah kartu debit Thai Bank,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2024).”

(mc)

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Berpulang di Usia 73 Tahun, Jejaknya dari Seni hingga Politik
Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training
Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik
Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk
BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang
Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun
 Timnas Jepang: Skuad Eksperimen Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Asisten Pemerintahan Abdya Buka Manasik Haji di Mesjid Agung Baitul Ghafur

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:05 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang di Usia 73 Tahun, Jejaknya dari Seni hingga Politik

Senin, 20 Juli 2026 - 13:37 WIB

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:47 WIB

Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:27 WIB

Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:10 WIB

BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB