Saran Jusuf Kalla ke Afghanistan: Gabungkan Pendidikan Islam dan Sains

Rabu, 5 Juni 2024 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menteri Pendidikan Afghanistan Mullah Habibullah Agha memakaikan serban ke Ketua DMI Jusuf Kalla (JK). Serban khas Afghanistan itu sebagai bentuk penghormatan.

Foto: Menteri Pendidikan Afghanistan Mullah Habibullah Agha memakaikan serban ke Ketua DMI Jusuf Kalla (JK). Serban khas Afghanistan itu sebagai bentuk penghormatan.

Kabul, Mercinews.com – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) memberi saran ke Pemerintah Afghanistan untuk mengirimkan tenaga pendidik hingga mahasiswa belajar ke Indonesia. Menurut JK, Afghanistan menyambut baik.

“Memang kendalanya cuma satu soal pendidikan perempuan karena itu mereka ingin belajar sama Indonesia, mereka minta bagaimana itu, saya juga setuju bahwa kita undang ahli-ahli dari sini, guru-guru untuk melihat bagaimana suasana pendidikan di Indonesia, bagaimana menggabungkan pendidikan agama dengan pendidikan umum dan mereka sangat ingin dan ingin mempersiapkan,” kata JK di Kabul, Afghanistan, Selasa (4/6/2024).

Baca Juga:  Tidak Pernah Menang, Tim Voli Ini Justru Kalahkan Megawati dan Red Sparks

Hal itu turut disampaikan langsung JK dalam pertemuan dengan Menteri Pendidikan Afghanistan Habibullah Agha. Keduanya berbincang sekitar 1 jam di kantor Agha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya saya bilang sama mereka mari kita berpikir seperti Vietnam, mereka tuh maju karena melihat ke depan, tidak melihat ke belakang, oleh karena itu mereka seperti itu ingin kembali menjalin hubungan-hubungan baik dengan negara-negara lain,” kata JK.

Baca Juga:  KPU Tegaskan Ikut Putusan MK soal UU Pilkada

Dalam pertemuan itu Agha berkisah negaranya sudah mengalami perang selama 45 tahun dan itu sangat mempengaruhi pendidikan. Dia menepis jika pendidikan untuk perempuan dilarang di Afghanistan tetapi situasi setelah perang memang cukup menyulitkan bagi mereka.

“Kami memiliki sekolah sekitar 30-40 tahun yang lalu tapi saat ini penduduk Afghanistan terus bertambah sehingga membutuhkan infrastruktur lagi,” kata Agha kepada JK di kantornya, Kabul, Afghanistan, Selasa (4/6/2024).

Baca Juga:  Isu Terima Rp500 Juta Untuk Hentikan Kasus Dugaan Korupsi PT BPRS, Ini Kata Kejari Bireuen

Agha berharap negara-negara Islam atau yang berpenduduk mayoritas Islam seperti Indonesia bisa turut membantu Afghanistan. Pendidikan di Afghanistan disebut mengalami banyak masalah.

“Di situlah kami ingin bantuan dari negara-negara Islam untuk membuat sekolah dan madrasah baru,” kata Agha.

(m/c)

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Berpulang di Usia 73 Tahun, Jejaknya dari Seni hingga Politik
Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training
Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik
Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk
BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang
Birahi Sudah di Ubun-Ubun Kakek Bejat Cabuli Bocah 8 Tahun
 Timnas Jepang: Skuad Eksperimen Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Asisten Pemerintahan Abdya Buka Manasik Haji di Mesjid Agung Baitul Ghafur

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:05 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang di Usia 73 Tahun, Jejaknya dari Seni hingga Politik

Senin, 20 Juli 2026 - 13:37 WIB

Datuk Abdul Halim Commends Indonesia’s Referee Talent After ASTAF Training

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:47 WIB

Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:27 WIB

Isu Perselingkuhan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Heboh Lagi, Fans Sibuk

Sabtu, 24 Mei 2025 - 18:10 WIB

BKSDA Aceh tutup kunjungan ke Tugu Nol Kilometer di Pulau Weh Sabang

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB