Mercinews.com – Pelatih timnas Iran, Amir Ghalenoei, meluapkan kekecewaannya terhadap perlakuan yang ia nilai tidak adil dari pihak panitia penyelenggara Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Dilansir dari AP News, Minggu (21/6/2026), pelatih Iran menyebut sejumlah aturan perjalanan dan logistik yang diterapkan kepada timnya telah mengganggu persiapan serta pemulihan pemain jelang laga-laga penting di fase grup.
Ghalenoei menyoroti kebijakan perjalanan tim yang dinilai tidak memberi ruang istirahat memadai. Setelah menjalani pertandingan, skuad Iran disebut harus segera kembali ke markas latihan di Meksiko tanpa kesempatan pemulihan yang cukup, sesuatu yang menurutnya tidak dialami tim peserta lain secara serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengungkapkan bahwa timnya sempat direncanakan kembali menginap di wilayah Los Angeles untuk pemulihan, namun rencana tersebut berubah sehingga pemain harus menempuh perjalanan tambahan yang melelahkan.
Kondisi itu, menurutnya, berdampak langsung pada kesiapan fisik tim sebelum pertandingan berikutnya.
Dalam pernyataannya, Ghalenoei bahkan menyebut situasi yang dialami Iran sebagai bentuk ketidakadilan, dengan menilai timnya “dirugikan” dalam aspek persiapan.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut membuat Iran tidak berada dalam posisi yang setara dengan negara peserta lain.
Selain itu, federasi sepak bola Iran (FFIRI) dikabarkan berencana mengajukan protes resmi kepada FIFA terkait pembatasan perjalanan dan fasilitas yang diterapkan selama turnamen berlangsung.
Mereka menilai kebijakan tersebut tidak mencerminkan prinsip kesetaraan dalam kompetisi internasional.
Meski demikian, Ghalenoei tetap menyatakan bahwa timnya akan terus fokus menghadapi laga-laga tersisa di fase grup.
Iran dijadwalkan melanjutkan pertandingan dengan kondisi persiapan yang kembali dipadatkan akibat jadwal perjalanan yang ketat di turnamen tersebut.(red)






