Aceh

Zulfadli: Dokumen Pendukung MYC Lengkap, Makanya Dilanjutkan

Sekretaris Komisi IV, Zulfadli

Banda Aceh, Mercinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian atas nama Presiden Republik Indonesia melantik Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022.

Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Gubernur Aceh, di hadapan Mahkamah Syariah berlangsung dalam rapat paripurna istimewa DPR Aceh di gedung utama DPRA, Kamis (5/11) lalu.

Peristiwa tersebut adalah momentum titik balik hubungan antara DPR Aceh dengan Eksekutif. Turunnya tensi “perseteruan” antara kedua lembaga ini semakin membaik, pasca Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mochammad Ardian Noervianto, mengungkapkan, Pemerintah Aceh dan DPR Aceh sepakat melakukan addendum pelaksanaan pembangunan 14 ruas jalan yang menggunakan skema anggaran tahun jamak.

Hal tersebut disampaikan Ardian menjelang kepulangan Mendagri ke Jakarta, di Ruang VVIP Bandara Sultan Iskandar Muda, Kamis, (5/11/2020).

Baca juga:  Mahasiswa dan Pemuda Aceh dukung Proyek Multiyears

Menurut Ardian, diantara 14 paket proyek jalan Multiyears tersebut telah dipelajari kembali dan pihaknya memastikan semua telah sesuai dengan tertib administrasi dan menghindari polemik. Addendum diperlukan melalui pembahasan ulang bersama terhadap sejumlah paket proyek multiyears tersebut.

Guna mengetahui sejauh mana kelanjutan dan nasib Program Tahun Jamak (MYC), Ajnn Jum’at (20/11/2020) menghubungi Sekretaris Komisi IV Komisi IV (Bidang Pembangunan dan Tata Ruang) DPRA, Tgk Zulfadli yang akrab dipanggil Tgk Abang.

Kepada Ajnn, Zulfadli mengatakan bahwa DPR Aceh dan Eksekutif telah menindaklanjuti saran dari Kemendagri dengan melakukan pembahasan terkait kegiatan MYC tersebut. Tapi dirinya tetap meminta agar TAPA dan dinas teknis terkait harus memastikan dokumen administrasi pendukung kegiatan MYC tersebut lengkap.

Dalam pemaparan oleh TAPA dan Dinas Teknis, semua syarat administrasi dan dokumen pendukung yang selama ini dipertanyakan oleh DPR Aceh dinyatakan cukup untuk dapat melanjutkan Kegitaan MYC tersebut.

Baca juga:  Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin Tak Paham Atau Bersandiwara?

“Setelah pemaparan oleh tim TAPA dan dinas teknis katanya dokumen pendukung lengkap semua,” ungkap Tgk Abang.

Atas dasar itulah akhirnya DPR Aceh tidak lagi mempermasalahkan terkait kegiatan MYC. Pertimbangan yang lainnya adalah proyek tersebut merupakan kebutuhan mendasar bagi Masyarakat yang berada di pedalaman.

“Sejak awal kami mendukung kegiatan ini, hanya saja kami mempermasalahkan terkait prosesnya dan kelengkapan dokumen pendukungnya. Setelah dijelaskan semua menjadi jelas, apalagi pembangunan jalan ini merupakan kebutuhan mendasar rakyat yang tinggal dipedalaman Aceh,” tegas Zulfadli.

[]

Sumber: Ajnn.net

Comments