Aceh

Wakil Bupati Aceh Timur Dilapor ke Polda Aceh, diduga Aniaya Perawat

Fani Adi Rizka

Banda Aceh, Mercinews.com – Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un dilaporkan ke Polda Aceh atas dugaan penganiayaan.

Korbannya adalah Ns. Fani Adi Rizka S.Kep, seorang perawat laki-laki di RSUD Sultan Abdul Azizsyah Peureulak, Aceh Timur.

Fani Adi Rizka mendatangi Polda Aceh didampingi pengacara dan Ketua Tim Investigasi Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Aceh Iskandar.

“Kami baru saja selesai visum di RS Bhayangkara,” kata Iskandar, saat dikonfirmasi Beritakini.co, Senin sore (16/12/2019).

Saat ini, kata Iskandar, pihaknya tengah dalam proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Mapolda Aceh.

Iskandar mengungkapkan, dugaan penganiayaan dialami Fani Adi Rizka pada pada Minggu malam, 8 Desember 2019 lalu di RSUD Sultan Abdul Azizsyah Peureulak.

Saat itu, kata Iskandar, Syahrul Bin Syama’un datang ke rumah sakit dengan keluhan pernafasan atau sesak. “Beliau langsung masuk ke ruang rawat, bukannya ke IGD,” kata Iskandar.

Baca juga:  Virus Corona, Jokowi Beri Insentif Dokter Rp15 Juta Perawat Rp7,5 Juta

Dengan sikap seperti itu, kata Iskandar, sebetulnya Syahrul Bin Syama’un bisa dikatakan pasien ilegal. “Seharusnya di IGD dulu. Harus ada catatan medis,” katanya.

Karena itu, kata Iskandar, jika nanti ada keluar cacatan medis dari rumah sakit, itu diduga ada pemalsuan.

Menurut Iskandar, malam itu sesungguhnya Fani Adi Rizka tidak sedang dalam dinas. Meski begitu, dia sesungguhnya adalah ketua tim perawat. Karena itu, dia tetap harus bertanggungjawab.

Itulah sebabnya, saat dia mendapat laporan dari dua orang perawat wanita di rumah sakit bahwa Syahrul Bin Syama’un masuk ke ruang rawat dengan keluhan sesak, dia langsung meluncur ke rumah sakit dari kediamannya.

“Tiba di rumah sakit, Fani mengambil satu tabung oksigen dari ruang rawat lainnya dan dibawa ke ruangan Syahrul Bin Syama’un berada,” ungkap Iskandar.

Baca juga:  Belasan Lembar Bendera Bintang Bulan Ditemukan Tertanam di Aceh Timur

Tabung oksigen itu, kata Iskandar, lantas dipasang oleh Fani.

“Setelah itu, Fani memangsang pangaman atau kunci tabung oksigen itu supaya tidak jatuh. Pada saat dia sedang memasang itulah, Syahrul Bin Syama’un dari tempat tidur bangkit, dan menendang Fani, seperti gaya karate,” kata Iskandar.

Fani terdorong beberapa meter ke belakang, dan tabung oksigen itu sampai menimpanya.

Beruntung, kata Iskandar, dia sempat tertahan oleh tempat tidur lainnya yang berada di ruangan itu.

“Mungkin kalau tidak ada tempat tidur itu, dia mungkin terdorong hingga ke tembok,” katanya.

Sementara itu, BERITAKINI.CO belum terhubung dengan Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un untuk mengonfirmasi atas dugaan penganiayaan tersebut. [m/]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *