Kesehatan

Tolak di Swab Karena Tak Percaya Corona, Pemuda Adu Mulut dengan Dandim Aceh Barat

Pemuda yang sempat menolak untuk di swab akhirnya ikut di swab. Foto: AJNN/Darmansyah Muda.

ACEH BARAT, Mercinews.com – Seorang pengunjung pusat jajanan makanan dan minuman kaki lima (K5) di ruas Jalan Pocut Baren, Desa Suak Indra Puri, Kecamatan Johan Pahlawan, sempat adu mulut dengan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0105 Aceh Barat, Letnan Kolonel Inf Dimar Bahtera.

Peristiwa adu mulut itu terjadi pada Sabtu,(29/5), sekira pukul 22.30 WIB. Saat itu tim Satuan Tugas Covid-19 melakukan penertiban sejumlah usaha jajanan makanan dan minuman disekitar Pocut Baren dan Merdeka yang masih beroperasi hingga pukul 23.00 WIB.

Kronologis adu mulut itu terjadi ketika pemuda tersebut menolak di swab. Apalagi pemuda itu juga tidak memakai masker.

Dalam operasi itu, setiap pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes), salah satunya menggunakan masker di swab oleh petugas.

Pada saat hendak di swab itu lah pemuda tersebut protes sambil berdiri mengatakan jika dirinya tidak mau di swab.

Baca juga:  Terpapar Corona, Mantan Kadisdik Aceh Barat Meninggal Dunia

Karena menolak di swab, Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Dimar Bantera mendekati pemuda itu dan mempertanyakan alasan tidak mau diswab.

“Siapa nggak mau, kenapa nggak mau,” tanya Dandim yang juga selaku Wakil Ketua Satu Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Barat itu.

Pemuda itu pun dengan suara sedikit keras mengaku tida mau di swab karena tidak percaya dengan Covid-19.

“Saya nggak mau, karena saya tidak percaya sama corona itu,” jawab pemuda tersebut.

Kesal karena pemuda itu menolak di swab, Dandim pun meminta kepada aparat kepolisian yang ikut dalam operasi itu agar mengamankan pemuda tersebut dan dibawa ke polres untuk dilakukan pemeriksaan karena dianggap melawan petugas.

Menurut Dimar, aksi penolakan dari pemuda tersebut mengancam keselamatan banyak orang dan juga melanggar kebijakan dan perundang-undangan yang berlaku.

“E..Kasat Reskrim, ambil dia, tangkap dia, besok diperiksa, diberikan pasal yang kira-kira masuk ke dia, karena dia melawan petugas,” ungkap Dimar.

Baca juga:  Perusak mic masjid di Aceh Barat tertangkap, Pelaku marah dengar suara pengajian

Entah karena tidak mau berurusan dengan pihak kepolisian, akhirnya pemuda tersebut pun bersedia di swab.

Pemuda itu kembali mengungkapkan alasan tak mau di swab karena sakit saat bahan sejenis cutton but itu dimasukkan ke rongga hidung.

Dimar pun kembali berang dan menyebutkan jika gara-gara dirinya yang menolak di swab dapat membahayakan orang lain.

“Sudah tidak usah di swab Kasatreskrim, bawa dia, periksa dia. Kamu tidak tahu ulah kamu itu membahayakan orang lain, kau tahu para abu-abu, ulama, dokter meninggal gara-gara ulah kau itu,” ungkap Dandim.

Dalam operasi tersebut, ada tiga pengunjung yang mendapat swab antigen, dan semua hasilnya negatif Petugas juga menyegel warung kaki lima itu karena dianggap melanggar protokol kesehatan.

[]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *