Aceh

Tokoh Masyarakat Aceh Tengah: Kalau Proyek Multiyears Batal, Kami Minta Pisah

Ketua Aliansi Peduli Masyarakat Aceh Tengah (AMPAT), Zuhrufan Daman. Foto: AJNN/Fauzi Cut Syam

Aceh Tengah, Mercinews.com – Masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah heran dan kecewa dengan sikap DPRA yang menolak rencana Pemerintah Aceh yang akan melakukan pembangunan sejumlah ruas jalan di Aceh. Kekecewaan ini sangat beralasan karena salah satu daerah yang akan dibangun, yaitu jalan lintas Samarkilang merupakan daerah terpencil dan butuh perhatian dari pemerintah. Rencananya ruas jalan yang akan dibangun dimulai dari Simpang Tiga Redelong–Pondok Baru–Samar Kilang (60 Km), sangat penting untuk lalulintas perekonomian masyarakat.

Ketua Aliansi Peduli Masyarakat Aceh Tengah (AMPAT), Zuhrufan Daman kepada Ajnn, Selasa (15/9/2020) mengatakan kalau satu – satunya daerah yang masih terisolir adalah Samarkilang. Untuk itu Zuhrufan minta pembangunan jalan Simpang Tiga Redelong–Pondok Baru–Samar Kilang (60 Km) sebaiknya tidak dipolitisir dan dibatalkan.

“Sedih dan kecewa kami di dataran tinggi Gayo ini jika diperlakukan seperti itu. Saat ini masih banyak desa – desa tertinggal dikawasan tersebut, sehingga akses jalan yang bagus tentu menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Zuhrufan di Takengon.

Pembatalan proyek Multi Years terutama untuk kawasan dataran tinggi Gayo bisa menimbulkan gejolak sosial dan politik. Menurut Zuhrufan, sejumlah tokoh masyarakat Gayo, terutama Aceh Tengah dan Bener Meriah tidak akan bisa menerima perlakuan seperti ini.

“Bukan tidak mungkin kami akan meminta pisah dari provinsi Aceh kalau wilayah ini selalu dihambat pembangunannya, bahkan seolah-olah ada yang tidak bisa menerima orang Gayo yang jadi pemimpin,” ujar Zuhrufan.

Baca juga:  Mahasiswa dan Pemuda Aceh dukung Proyek Multiyears

Walaupun rencana proyek Multi Years pembangunan jalan berada di Samarkilang, Bener Meriah, tapi menurut Zuhrufan semua tokoh masyarakat Gayo bersatu mendukung program pemerintah Aceh tersebut. Hal ini disebabkan daerah yang menjadi lokasi proyek Multi Years tersebut, seperti Simpang Tiga Redelong–Pondok Baru–Samar Kilang (60 Km) di Bener Meriah, lalu jalan batas Gayo Lues–Babah Roet = 28,4 Km (Gayo Lues) dan beberapa lokasi lain, berlokasi di wilayah Gayo Serumpun.

Sebelumnya Pemerintah Aceh berencana melakukan revitalisasi 11 ruas jalan prioritas, pelaksanaannya akan dimulai pada 2020 dan diproyeksikan akan tuntas pada 2022. Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran Rp 2,47 triliun lebih, pembangunannya sendiri akan dilaksanakan dengan sistem kontrak multi tahun atau multiyears (MYC). Namun rencana tersebut dibatalkan oleh DPRA dalam rapat paripurna, Rabu 22 Juli 2020 lalu.

Salah satu Fraksi yang setuju pembatalan proyek Multi Years tersebut adalah Fraksi Golkar. Ketua Fraksi Golkar, Ali Basrah kepada AJNN saat itu mengatakan, dukungan Fraksi Golkar terhadap pembatalan MoU proyek multiyears tersebut karena dinilai prosesnya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketentuan yang tidak dilaksanakan itu yakni Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 pasal 63, dimana perkerjaan konstruksi tahun jamak harus melalui persetujuan DPRA yang diawali dengan kesepakatan melalui KUA-PPAS antara DPRA dengan Pemerintah Aceh.

Baca juga:  Ikatan Dokter Indonesia Aceh Tengah gelar bakti sosial sunat massal

Walaupun begitu, dukungan untuk melanjutkan proyek Multi Years tersebut juga luar biasa datang dari sejumlah kepala daerah di kawasan dataran tinggi Gayo. Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi malah meminta setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang berasal dari Bener Meriah dan Aceh Tengah bertanggung jawab untuk mengawal terlaksananya pembangunan jalan ruas Pondok Baru-Samar Kilang tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abu Bakar. Menurutnya, pembangunan ruas jalan tersebut juga bagian dari janji untuk mensejahterakan masyarakat, dan merupakan hajat hidup orang banyak sehingga patut untuk didukung dan dilaksanakan pengerjaannya. Untuk itu apabila ada anggota DPRA yang tidak mendukung proyek 14 ruas jalan yang dibangun dengan skema tahun jamak tersebut akan sangat berdosa.

Dilihat dari jarak dan kondisi jalan menuju kawasan Samarkilang, memang memperihatinkan, bahkan rombongan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sempat terjebak macet di lintasan Pondok Baru – Samar Kilang, tepatnya di Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah, Sabtu (12/9) lalu saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan tersebut. Saat itu mobil rombongan Plt Gubernur Aceh terjebak akibat satu unit mobil truk pengangkut hasil pertanian tersangkut di longsoran.

[]

Sumber:Ajnn.net

Comments