Aceh

TKA Asal Cina Lolos Masuk ke Abdya, DPRK Minta Satgas Covid-19 Dibubarkan Saja

Petugas dari kantor Imigrasi Kelas II Meulaboh, periksa Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Foto: For AJNN.

ACEH BARAT DAYA, Mercinews.com – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) Ikhsan meminta pemerintah kabupatan setempat untuk membubarkan satuan gugus tugas (Satgas) Covid-19 di kabupaten setempat.

Sebab, datangnya Tenaga Kerja Asin (TKA) asal Cina ke perusahaan PT. Juya Aceh Mining (PT. JAM) menjadi tanya besar terhadap pencegahan Covid- 19 di Bumoe berjulukan Breuh Sigupai.

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), selama ini Satgas Covid-19 di Abdya telah membuat peraturan, baik larangan mudik, memperketat orang luar masuk bahkan warung kopi atau caffee dan swalayan harus tutup pukul 22:00 WIB.

“Sebaiknya Satgas Covid-19 di Abdya dibubarkan saja, aturan dibuat, dilarang mudik, memperketat orang luar masuk, bahkan yang sangat disayangkan caffe atau warung kopi dan swalayan harus tutup jam 10 malam, masyarakat terus di kekang dengan berbagai aturan, tapi orang asing (Cina) malah dibiarkan masuk begitu saja ke Abdya,” kata Ikhsan, kepada AJNN, Kamis (3/6).

Baca juga:  Muslizar mt jadi pembina upacara peringati Hari Amal Bhakti

Ikhsan melihat, Pemerintah Daerah Abdya terkesan tidak serius dalam penanganan Covid-19. Sehingga, sebaiknya tim Satgas Covid-19 dibubarkan saja agar tidak menghabiskan anggaran negara.

“Pemerintah terkesan hanya main-main saja soal penanganan Covid-19, jadi bukan rakyat yang tidak mau patuh, tapi pemerintah yang membuat aturan hanya mengekang masyarakat tapi TKA asal Cina dengan mudah masuk ke Abdya, jadi sebaiknya pemerintah membubarkan saja tim Satgas,karena saya menilai itu hanya menghabiskan uang negara saja,” tuturnya.

Baca juga:  Jelang Milad GAM, Dandim Abdya Imbau Warga Tak Kibarkan Bulan Bintang

Putra asal Kuala Batee mengatakan kalau pernyataan Humas PT. Juya Aceh Mining tidak bisa diterima begitu saja. Sebab, dengan kondisi pandemi seperti ini pihak perusaahan juga harus memikirkan dampak di masyarakat.

“Humas PT. Juya Aceh Mining beralasan kehadiran warga Cina sebagai investor, tidak bisa kita terima begitu saja, karena dalam keadaan Covid-19 apa bedanya dengan warung kopi, mereka sama-sama mencari rezeki, jangan karena alasan investor sehingga bebas saja TKA Cina masuk, sedangkan masyarakat sendiri di kekang dengan alasan Covid-19,” tutup Ikhsan.

[]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *