Aceh

Tiyong: Plt Gubernur Aceh Secara Sadar Berbohong dan Menipu Negara

Samsul Bahri (Tiyong), anggota DPR Aceh (Foto: Muhammad Saleh | MODUSACEH.CO

Banda Aceh, Mercinews.com – Bapak Nova Iriansyah selaku Ketua Demokrat Aceh adalah sahabat saya. Jadi, tidak ada masalah. Saya tidak ingin menyerang pribadi, tapi karena jabatan sebagai Plt. Gubernur Aceh”.

Begitu kata Samsul Bahri alias Tiyong, saat memberi pendapatnya, usai mendengarkan jawaban Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, terkait hak interpelasi DPR Aceh, Jumat, 25 September 2020 petang di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh.

Seperti sudah diduga anggota DPR Aceh dan undangan lain khusus awak media. Tanggapan Ketua Umum PNA ini akan menukik dan “dalam”, khususnya soal istri kedua Nova yaitu Yunita Arafah.

“Berdasarkan pemberitaan media yang tidak pernah ada bantahan. Saudara Yunita Arafah merupakan istri kedua dari saudara Nova Iriansyah. Berdasasrkan data dan dokumen kepegawaian, saudari Yunita Arafah sampai saat ini, merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Unsyiah dan masih berstatus belum menikah. Bahkan sudah dikaruniai dua anak,” ucap Tiyong yang disambut sorak tawa hadirin yang hadir.

Baca juga:  Enam Pelajar Wakili Aceh Pada Ajang FLS SMK Nasional Tahun 2020

Lanjut Tiyong. “Atas fakta tersebut, Yunita Arafah secara meyakinkan telah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor: 45 tahun1990, Pasal 4 ayat 2 yang berbunyi; pegawai negeri sipil wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri ke dua, ketiga, dan keempat,” ungkap Tiyong, kembali disambut sorak hadirin.

Tak hanya itu kata Tiyong yang juga Ketua Tim Pemenangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 2017 lalu mengungkap.

“Berdasarakan domukmen resmi model BB 2 KWK yang dilaporkan pada negara saat sebagai calon Wakil Gubernur Aceh 2016. Nova tidak mencantumkan Yunita Arafah sebagai istri. Namun diketahui saudari Yunita Arafah sering diberikan fasilitas negara oleh saudara Plt Gubernur,” kata Tiyong tegas.

Masih kata Tiyong. “Hal ini menunjukkan saudara Plt Gubernur telah melakukan pembohongan pablik dan menipu negara. Sebagai seorang suami, saudara Nova dan keluarga, berkewajiban menjadi tauladan, taat dan patuh pada perundang-undangan yang berlaku. Namun saudara Nova patut diduga sengaja memberi perlindungan terhadap perbuatan melanggar hukum yang dilakukan saudari Yunita Arafah,” papar Tiyong.

Karena itu, Tiyong berkesimpulan bahwa disimpulkan secara menyakinkan, Plt Gubernur Aceh telah melanggar UU Nomor: 11 Tahun 2006, pasal 27 huruf f yaitu, menyalah-gunakan wewenang dan melanggar sumpah dari janji jabatan.

Baca juga:  42 Gampong di Aceh Telah Terima Transfer Dana Desa 2020

Selain itu, UU Nomor: 23 Tahun 2014 (Pemerintah Daerah) Pasal 61 ayat 2 tentang sumpah janji jabatan kepala daerah.

“Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2016, soal sumpah dari gubernur/wakil gubernur yang berbunyi; menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya,” ujar Tiyong dengan menatap Nova Iriansyah yang duduk di depan bersama pimpinan DPR Aceh.

“Dengan demikian dapat disimpulkan. Selama ini saudara Plt Gubernur Aceh secara sadar dan meyakinkan, telah melakukan pembohongan dan penipuan terhadap negara. Maka dari itu, kami minta kepada DPR Aceh dapat menggunakan hak menyatakan pendapat untuk; memakzulkan Plt Gubernur Aceh atas perbuatan yang melanggar sumpah atau janji jabatannya terimakasih,” sebut Tiyong, menutup pendapatnya serta disambut tepuk tangan dari anggota DPR Aceh dan undangan yang hadir

[]

 

Sumber: Modusaceh

Comments