Nasional

SBY: Indonesia Berkabung, Akal Sehat Telah Mati

Ketua Mejelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta, Mercinews.com – Ketua Mejelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi ihwal penetapan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam pernyataan persnya yang disiarkan langsung lewat akun Facebook Susilo Bambang Yudhoyono, SBY mengawali tanggapannya dengan menyatakan Partai Demokrat sedang berkabung.

“Saudara-saudara, hari ini, kami berkabung. Sebenarnya, Bangsa Indonesia juga berkabung, kerena akal sehat telah mati. Sementara keadilan, supremasi hukum, dan demokrasi, sedang diuji,” katanya.

SBY pun menyatakan KLB yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara tersebut adalah KLB abal-abal, tidak sah, dan ilegal.

Baca juga:  Moeldoko: Siapa yang Enggak Takut Koopsusgab, Hayo Ngomong...

“KLB tersebut menobatkan KSP Moeldoko, seorang pejabat pemerintahan aktif, berada di lingkar dalam lembaga kepresidenan, bukan kader alias pihak eksternal partai, menjadi ketum Demokrat. Mendongkel ketua umum yang sah,” katanya.

SBY kembali menukilkan ihwal pendapat miring ketika Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengambil langkah menyurati presiden tentang keterlibatan Moeldoko dalam upaya penggulingan AHY dari kursi ketua umum.

“Banyak tanggapan bernada miring. Mereka mengatakan, Demokrat hanya mencari sensasi, playing victim. KSP Moeldoko mengatakan itu hanya ngopi-ngopi, pelaku gerakan mengatakan itu adalah rapat-rapat biasa,” katanya.

Baca juga:  SBY-Prabowo Koalisi, Apa Kabar AHY?

Sementara itu, ada juga yang punya keyakinan bahwa KSP Moeldoko akan mendapat sanksi dari atasannya, karena ulahnya itu. Ada juga yang mengatakan, KLB ilegal itu tak mungkin mendapat izin, dan pasti akan dibubarkan kepolisian.

“Negara pun tak mungkin membiarkan dan membenarkan. Itu lah tanggapan dan komentar sekira satu bulan yang lalu,” katanya.

Tetapi hari ini, kata SBY, sejarah sudah mengabadikan apa yang terjadi di negara ini.

[]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *