Selebritis

Sambil Menangis, Lidya Pratiwi Cerita Kehidupan Usai 14 Tahun Dibui

lidya pratiwi alias maria eleanor/ Foto: Tribunnews

Jakarta, Mercinews.com – Lidya Pratiwi akhirnya berani buka suara usai bebas dari hukuman penjara 14 tahun. Wanita yang kini berganti nama menjadi Maria Eleanor begitu sedih mengingat perjalanan hidupnya.
Lidya Pratiwi merasa hidupnya akan berakhir di penjara usai divonis 14 tahun. Sang artis sama sekali tak berpikir bisa bebas.

Namun kenyataannya, Lidya Pratiwi bisa bebas bersyarat dari Lapas Kelas IIA Wanita Tangerang sejak 2013.

“Aku pikir saat itu aku nggak mungkin duduk seperti sekarang, aku pikir hari ini nggak bakal ada, selesai aja semuanya gitu di sana, dan nggak tahu nggak pernah berpikir akan ada fase-fase oh iya mau menghitung pulang, mau bebas, ini, itu, nggak. Tuhan masih berikan jalan lain,” ujar Lidya kepada Status Selebriti di YouTube.

Baca juga:  Dapat Remisi, Lidya Pratiwi Kini Sudah Bebas Murni dari Kasus Pembunuhan

Usai bebas, Lidya Pratiwi justru dijauhi. Ia ditakuti semua orang karena mengetahui kasus yang menimpanya.

Lidya Pratiwi juga tak bisa berlindung kepada keluarganya. Sebab, ia merasa sudah jatuh karena mereka.

“Pada saat di luar itu ya serba gimana ya, serba takut semua orang, karena tahu apa yang menimpa aku dan siapa penyebabnya. Karena keluarga adalah garda pertama aku, tapi aku jatuh karena mereka,” tutur Lidya.

Lidya Pratiwi mengatakan rasa sakitnya belum hilang terhadap keluarga karena harus terlibat kasus pembunuhan yang dilakukan ibu dan pamannya, Vince Jusuf dan Tony Yusuf, terhadap kekasihnya kala itu, Naek Gonggom Hutagalung.

Baca juga:  Dapat Remisi, Lidya Pratiwi Kini Sudah Bebas Murni dari Kasus Pembunuhan

Lidya Pratiwi kehilangan semua pekerjaan yang telah dirintis dari bawah dan tanpa cara instan. Ia benar-benar tak menyangka harus menerima kenyataan pahit tersebut.

“Merintis dari dasar, tidak pakai cara-cara instan. Aku melewati semua prosesnya tentunya aku akan menjaga pekerjaan yang telah aku rintis, terus tiba-tiba keambil secara paksa seperti itu dan bukan karena aku lakukan kesalahan dalam pekerjaanku untuk berhenti. Memang tetap rasa sakitnya belum hilang. Apa yang sudah terambil kan tidak bisa kembali semuanya, kan,” kata Lidya.

[]

Sumber: detikcom

Comments