Rusia Kirim Kapal Perang Rudal Supersonik ke Timur Tengah untuk Lindungi Iran

- Jurnalis

Selasa, 16 April 2024 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Baru-baru ini Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran telah melakukan operasi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai tanggapan terhadap serangan teroris rezim Israel terhadap konsulat Iran di ibu kota Suriah, Damaskus pada tanggal 1 April lalu.

Serangan Israel terhadap Konsulat Iran di Damaskus tersebut menewaskan seorang Brigadir Jenderal Mohammed Reza Zahedi, komandan senior Pasukan Quds IRGC, wakilnya, Jenderal Mohammad Hadi Haji Rahimi, dan lima perwira militer lainnya.

Akibatnya, serangan balasan terhadap Israel pun terjadi setelah dua minggu Iran bersabar sembari mempersiapkan rencana strategis dan cermat serta pelaksanaan yang sempurna untuk menjatuhkan rezim dan pendukung Barat untuk Israel.

Kini, Rusia mengirimkan kapal yang dilengkapi dengan rudal supersonik Kinzhal yang telah memasuki Laut Mediterania melalui Terusan Suez sebagai bagian dari rencana latihan angkatan laut. Namun, momen ini dituduh karena Rusia ingin melindungi Iran.

Kapten kapal Marshal Shaposhnikov, akan terus melaksanakan tugas yang diberikan berdasarkan rencana ekspedisi,” demikian keterangan Kementerian Pertahanan Rusia, dilansir Al Jazeera pada Selasa, 16 April 2024.

Kehadiran kapal perang Rusia tersebut diperkirakan bakal memasuki kawasan Timur Tengah. Sebab, Rusia memiliki keberpihakan yang mendalam dengan Iran yang saat ini tengah melancarkan serangan terhadap Israel.

Hal ini juga tentu saja membuat kondisi semakin panas karena Amerika Serikat mempunyai banyak kapal perang yang saat ini ditempatkan di Timur Tengah. Ancaman perang besar pun semakin menghantui Timur Tengah.

Baca Juga:  Ini Bocoran Terbaru Rencana Balas Dendam Israel ke Iran

Apalagi, pekan lalu Kremlin menyerukan supaya negara di Timur Tengah untuk menahan diri dan mencegah kawasan tersebut terjerumus ke dalam kekacauan setelah ketegangan meningkat akibat serangan serangan udara mematikan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus.

Saat ini sangat penting bagi semua orang untuk menahan diri agar tidak mengarah pada destabilisasi situasi di kawasan, yang tidak menunjukkan stabilitas dan prediktabilitas,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.[]

Berita Terkait

Iran rilis laporan awal penyelidikan jatuhnya helikopter Presiden Ebrahim Raisi
Secara Bertahap, Relawan MER-C Kembali ke Tanah Air Usai Bertugas di Jalur Gaza
Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi
Pemilihan Presiden Baru Iran Dijadwalkan Bulan Depan: Ini Sistem Politik Iran
Kecelakaan Helikopter Presiden Iran Ebrahim Raisi, Eror atau Dierorkan?
Presiden Ebrahim Raisi Meninggal, Begini Proses Penggantian Pemimpin Iran
Presiden Iran Meninggal Kecelakaan Heli, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Raisi
Tim Relawan MER-C Masih tertahan di Gaza Selatan karena pintu Rafah ditutup
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 19:14 WIB

Iran rilis laporan awal penyelidikan jatuhnya helikopter Presiden Ebrahim Raisi

Jumat, 24 Mei 2024 - 18:28 WIB

Secara Bertahap, Relawan MER-C Kembali ke Tanah Air Usai Bertugas di Jalur Gaza

Jumat, 24 Mei 2024 - 07:58 WIB

Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi

Jumat, 24 Mei 2024 - 00:46 WIB

Pemilihan Presiden Baru Iran Dijadwalkan Bulan Depan: Ini Sistem Politik Iran

Jumat, 24 Mei 2024 - 00:28 WIB

Kecelakaan Helikopter Presiden Iran Ebrahim Raisi, Eror atau Dierorkan?

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:24 WIB

Presiden Ebrahim Raisi Meninggal, Begini Proses Penggantian Pemimpin Iran

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:14 WIB

Presiden Iran Meninggal Kecelakaan Heli, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Raisi

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:17 WIB

Tim Relawan MER-C Masih tertahan di Gaza Selatan karena pintu Rafah ditutup

Berita Terbaru