Internasional

Putra Mahkota Saudi Hendak Bertemu PM Israel Secara Rahasia di AS

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman.

Mercinews.com – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) dilaporkan akan berkunjung ke Amerika Serikat (AS) pekan depan untuk melakukan pertemuan rahasia dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Namun, pangeran Riyadh itu membatalkan kunjungannya di tengah kekhawatiran bahwa berita perjalanannya telah bocor.

Media yang berbasis di London, Middle East Eye (MME), mengungkap rencana pertemuan rahasia itu dalam laporannya tertanggal 25 Agustus 2020.

Presiden AS Donald Trump dan menantunya yang juga penasihat senior Gedung Putih JaredKushner merencanakan pertemuan itu sebagai kesempatan untuk memperkenalkan kembali citra MBS sebagai pembawa damai dan guna memenangkan dukungan regional untuk kesepakatan normalisasi yang ditengahi AS yang kontroversial antara Uni Emirat Arab dan Israel.

Baca juga:  Israel Sebut Indonesia Munafik Soal Palestina

Pertemuan rahasia itu, jika terlaksana, kemungkinan menunjukkan bahwa Arab Saudi dapat mengambil langkah serupa dengan Uni Emirat Arab untuk menormalkan hubungannya dengan Israel.

Menurut MME yang mendapat bocoran informasi tersebut, Putra Mahkota Saudi dijadwalkan tiba di Washington DC pada 31 Agustus 2020. Namun, kunjungan itu dibatalkan pada Sabtu lalu ketika dia mengetahui bahwa berita kunjungannya telah bocor.

Putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud tersebut ingin kunjungannya dirahasiakan sehingga banyak lawannya di negara itu tidak punya waktu untuk merencanakan perlawanan terhadapnya.

Awal bulan ini, UEA dan Israel mengumumkan perjanjian kontroversial yang ditengahi AS untuk menormalisasi hubungan, termasuk membuka kedutaan di wilayah masing-masing.

Menyusul Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994, UEA akan menjadi negara Arab ketiga yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel.

Baca juga:  Putra Mahkota Arab Saudi Tahan 3 Pangeran, Termasuk Adik Raja Salman

Kelompok Palestina mengecam kesepakatan UEA-Israel, dengan mengatakan itu mengabaikanhak-hak Palestina dan tidak melakukan apa pun untuk melayani perjuangan Palestina.

Arab Saudi sendiri pada Rabu lalu berbicara positif tentang kesepakatan damai UEA dengan Israel.
Saat mengunjungi Jerman, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan al-Saud menggambarkan kesepakatan normalisasi UEA-Israel sebagai kontribusi potensial untuk perdamaian di wilayah tersebut.

Itu adalah reaksi resmi pertama Riyadh terhadap kesepakatan itu. Terlepas dari komentarnya yang positif, Pangeran Faisal tidak mengisyaratkan kesiapan kerajaan untuk mengambil langkah serupa untuk menormalkan hubungan dengan Israel.

[]

Comments