Prancis Berencana Kirim Pasukan Bantu Ukraina, Rusia Sebut Sangat Bahaya

- Jurnalis

Sabtu, 4 Mei 2024 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menanggapi pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membuka peluang untuk mengirim pasukan guna membantu Ukraina melawan Rusia.

Peskov mengatakan pernyataan Macron tersebut merupakan ucapan yang sangat berbahaya.

“Pernyataan tersebut sangat penting dan berbahaya. Prancis terus-menerus bicara tentang kemungkinan keterlibatan langsung mereka di lapangan dalam konflik di Ukraina,” kata Peskov, seperti dikutip TASS, Jumat (3/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini merupakan tren yang sangat berbahaya,” tambahnya.

Macron sebelumnya mengatakan bahwa Prancis bakal memikirkan opsi pengiriman pasukan untuk membantu Ukraina sebagai salah satu upaya menekan Rusia. Namun demikian, hal itu hanya akan dipertimbangkan jika Ukraina memintanya.

Baca Juga:  Serukan Kota Huwara Palestina Dimusnahkan, Menkeu Israel Diboikot Pejabat AS

“Jika Rusia menerobos garis depan, dan jika ada permintaan dari Ukraina, yang saat ini belum ada, maka kami harus mempertimbangkan hal tersebut,” kata Macron, seperti dikutip Anadolu Agency, Kamis (2/5).

Macron mengatakan pengiriman pasukan ke Ukraina tak bisa dikesampingkan mengingat invasi Rusia masih terus berlangsung sejak diluncurkan Februari 2022 lalu.

Macron turut menegaskan bahwa Rusia tak boleh sampai mengalahkan Ukraina. Sebab, menurut dia, tak akan ada kedamaian di Eropa apabila Kremlin memenangkan peperangan ini.

Baca Juga:  Band Jazz-Etnik asal Aceh Akan tampil Di Rusia bawa lagu Malahayati

Perang Rusia-Ukraina belakangan kembali panas di saat konflik-konflik global lainnya bergemuruh, salah satunya agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Pasukan militer Kremlin dikabarkan mencapai kemajuan besar di Ukraina, ketika Kyiv kekurangan senjata karena bantuan dari Barat terlambat datang.

Ukraina disebut telah menarik diri dari Avdiivka, kota yang diperebutkan dengan Rusia selama 10 tahun ini. Rusia juga disebut mulai menguasai desa-desa di sekitar Avdiivka. (*)

Berita Terkait

Iran rilis laporan awal penyelidikan jatuhnya helikopter Presiden Ebrahim Raisi
Secara Bertahap, Relawan MER-C Kembali ke Tanah Air Usai Bertugas di Jalur Gaza
Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi
Pemilihan Presiden Baru Iran Dijadwalkan Bulan Depan: Ini Sistem Politik Iran
Kecelakaan Helikopter Presiden Iran Ebrahim Raisi, Eror atau Dierorkan?
Presiden Ebrahim Raisi Meninggal, Begini Proses Penggantian Pemimpin Iran
Presiden Iran Meninggal Kecelakaan Heli, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Raisi
Tim Relawan MER-C Masih tertahan di Gaza Selatan karena pintu Rafah ditutup
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 19:14 WIB

Iran rilis laporan awal penyelidikan jatuhnya helikopter Presiden Ebrahim Raisi

Jumat, 24 Mei 2024 - 18:28 WIB

Secara Bertahap, Relawan MER-C Kembali ke Tanah Air Usai Bertugas di Jalur Gaza

Jumat, 24 Mei 2024 - 07:58 WIB

Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi

Jumat, 24 Mei 2024 - 00:46 WIB

Pemilihan Presiden Baru Iran Dijadwalkan Bulan Depan: Ini Sistem Politik Iran

Jumat, 24 Mei 2024 - 00:28 WIB

Kecelakaan Helikopter Presiden Iran Ebrahim Raisi, Eror atau Dierorkan?

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:24 WIB

Presiden Ebrahim Raisi Meninggal, Begini Proses Penggantian Pemimpin Iran

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:14 WIB

Presiden Iran Meninggal Kecelakaan Heli, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Raisi

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:17 WIB

Tim Relawan MER-C Masih tertahan di Gaza Selatan karena pintu Rafah ditutup

Berita Terbaru