Nasional

Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Jakarta, Mercinews.com – Polri meminta bukti kepada siapapun yang menuduh bahwa serangkaian aksi teror di Tanah Air belakangan ini, adalah rekayasa.

Polisi akan menindak siapapun yang melontarkan tuduhan tersebut.

“Kalau ada yang bilang rekayasa, sutradara sehebat apapun dari Hollywood, tidak bisa merekayasa kasus (kerusuhan) Mako Brimob, (kasus bom bunuh diri) Surabaya, Sidoarjo, Riau,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/5/2018), seperti dikutip Antara.

“Polri minta bukti siapapun yang menyampaikan bahwa itu (kasus teror) rekayasa. Mana buktinya?” tambah Iqbal.

Baca juga:  Polisi periksa 41 tersangka ricuh 22 Mei diduga berafiliasi dengan ISIS

ayasa Diberhentikan Sementara dari Jabatannya

Menurut dia, beberapa netizen telah ditangkap oleh polisi karena menuliskan ujaran kebencian dan fitnah di media sosial terkait peristiwa bom bunuh diri yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Polri menyesalkan, pihaknya dituduh merekayasa sejumlah kasus teror di Indonesia.

“Kebebasan mengemukakan pendapat berbeda dengan menyatakan ‘hatespeech’ (ujaran kebencian). Polri tidak nyaman dengan cap rekayasa. Siapapun yang menyebutkan rekayasa, kami tunggu buktinya,” ucapnya.

Sejumlah pihak, terutama di media sosial, menuduh adanya rekayasa dalam serangkaian aksi teror belakangan ini.

Baca juga:  Menyebarkan Isu SARA, Seorang Ibu di Banda Aceh Ditangkap

Polisi akhirnya menangkap dan menetapkan tersangka beberapa orang.

Pada Minggu (13/5/2018) pagi, tiga gereja di Surabaya diserang oleh teroris dengan cara meledakkan diri dengan menggunakan bom.

Akibat kejadian itu, belasan orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka.

Kemudian, terjadi penyerangan kelompok teroris di Mapolda Riau pada Rabu (16/5/2018) pagi.

Polisi berhasil menembak mati empat teroris yang terlibat dalam penyerangan itu.[]

Sumber: Kompas

Comments