Polisi tangkap dua pengedar Sabu di halaman masjid Aceh Timur

Kamis, 9 Maret 2023 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur, Mercinews.com – Personel Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur menangkap dua pengedar narkotika jenis sabu-sabu saat hendak transaksi jual beli barang terlarang tersebut di halaman masjid.

Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah di Aceh Timur, Kamis (9/3/2023), mengatakan selain menangkap dua pelaku, polisi juga mengamankan 400 gram sabu-sabu.

“Kedua pelaku diduga sebagai pengedar. Keduanya ditangkap pekarangan sebuah masjid di Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur,” kata Andy Rahmansyah.

Kedua pelaku yakni berinisial MH (28), warga Desa Seuneubok Teupin Panah, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur. Dan SN (23), warga Gampong Matang Kunyet, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

Perwira menengah Polri itu mengatakan penangkapan kedua pelaku berdasarkan informasi masyarakat. Dari laporan tersebut, Polres Aceh Timur menugaskan personal Opsnal Satuan Reserse Narkoba menyelidikinya.

“Dari hasil penyelidikan, polisi menerima informasi akan ada transaksi narkoba di halaman sebuah masjid di kawasan Idi Tunong. Kemudian, polisi mendatangi tersebut dan menangkap MH dan SN pada Senin kemarin sekira pukul 16.30 WIB,” kata Kapolres. seperti dilansir Antara

Baca Juga:  Minta Prabowo Turun Tangan Selesaikan Kasus Vina, Mahfud MD: Ini Kriminal Jahat

Andy Rahmansyah mengatakan MH dan SN mencoba kabur ke arah persawahan ketika hendak ditangkap. Namun, keduanya gagal melarikan diri karena kesiagaan personel di lapangan.

“Dalam pemeriksaan, SN mengaku sabu-sabu tersebut milik AW. Petugas mendatangi rumah AW di Idi Tunong. Namun AW melarikan diri dari rumah, dan kini masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO,” kata Andy.

Kapolres mengatakan keduanya dipersangkakan dengan Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara, seumur hidup atau hukuman mati.

Baca Juga:  Narapidana Narkoba di Lapas Lhokseumawe Kabur saat dirawat di Rumah Sakit

“Kami mengajak masyarakat terus memberikan informasi bila melihat dan mengetahui adanya aksi peredaran narkoba di sekitarnya. Peran masyarakat sangat penting mewujudkan Aceh Timur bebas narkotika,” kata Andy Rahmansyah.

(m/c)

Berita Terkait

Pengadilan Tinggi Banda Aceh vonis mati 8 terdakwa narkotika sepanjang 2024
JPU Ajukan Banding Atas Putusan 20 Tahun Penjara Terdakwa Kasus Narkotika di Bireuen
2 Tersangka Penyeludup 180 kg Sabu di Perairan Aceh Timur Terancam Hukuman Mati
TPFI Ungkap Penemuan Baru Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
Polresta Banda Aceh tangkap 19 pelaku judi online, bakal di hukuman cambuk
Transaksi Rp 600 Triliun, 3 juta Lebih warga Indonesia Main Judi Online
Suami di Aceh Besar aniaya istrinya dengan sadis, mata pecah leher tersayat pisau
Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap

Berita Terkait

Kamis, 4 Juli 2024 - 21:04 WIB

Pengadilan Tinggi Banda Aceh vonis mati 8 terdakwa narkotika sepanjang 2024

Rabu, 3 Juli 2024 - 14:37 WIB

JPU Ajukan Banding Atas Putusan 20 Tahun Penjara Terdakwa Kasus Narkotika di Bireuen

Rabu, 26 Juni 2024 - 20:59 WIB

2 Tersangka Penyeludup 180 kg Sabu di Perairan Aceh Timur Terancam Hukuman Mati

Minggu, 23 Juni 2024 - 23:17 WIB

TPFI Ungkap Penemuan Baru Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Rabu, 19 Juni 2024 - 17:49 WIB

Polresta Banda Aceh tangkap 19 pelaku judi online, bakal di hukuman cambuk

Berita Terbaru

Tangkapan layar video helikopter jatuh di Pecatu, Kuta Selatan, Jumat (19/7/2024). (Tangkapan layar)

Daerah

Sebuah Helikopter Jatuh di Bali ekornya hancur

Jumat, 19 Jul 2024 - 16:07 WIB