Hukum

Polisi tangkap dua pengedar Sabu di halaman masjid Aceh Timur

Kapolres AKBP Andy Rahmansyah memperlihatkan pelaku dan barang bukti sabu-sabu di Mapolres Aceh Timur, Rabu (8/3/2023). ANTARA/HO

Aceh Timur, Mercinews.com – Personel Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur menangkap dua pengedar narkotika jenis sabu-sabu saat hendak transaksi jual beli barang terlarang tersebut di halaman masjid.

Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah di Aceh Timur, Kamis (9/3/2023), mengatakan selain menangkap dua pelaku, polisi juga mengamankan 400 gram sabu-sabu.

“Kedua pelaku diduga sebagai pengedar. Keduanya ditangkap pekarangan sebuah masjid di Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur,” kata Andy Rahmansyah.

Kedua pelaku yakni berinisial MH (28), warga Desa Seuneubok Teupin Panah, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur. Dan SN (23), warga Gampong Matang Kunyet, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

Perwira menengah Polri itu mengatakan penangkapan kedua pelaku berdasarkan informasi masyarakat. Dari laporan tersebut, Polres Aceh Timur menugaskan personal Opsnal Satuan Reserse Narkoba menyelidikinya.

Baca Juga:  Seorang nelayan di Aceh Timur Meninggal Dunia setelah ditinju

“Dari hasil penyelidikan, polisi menerima informasi akan ada transaksi narkoba di halaman sebuah masjid di kawasan Idi Tunong. Kemudian, polisi mendatangi tersebut dan menangkap MH dan SN pada Senin kemarin sekira pukul 16.30 WIB,” kata Kapolres. seperti dilansir Antara

Andy Rahmansyah mengatakan MH dan SN mencoba kabur ke arah persawahan ketika hendak ditangkap. Namun, keduanya gagal melarikan diri karena kesiagaan personel di lapangan.

“Dalam pemeriksaan, SN mengaku sabu-sabu tersebut milik AW. Petugas mendatangi rumah AW di Idi Tunong. Namun AW melarikan diri dari rumah, dan kini masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO,” kata Andy.

Kapolres mengatakan keduanya dipersangkakan dengan Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara, seumur hidup atau hukuman mati.

Baca Juga:  Seorang kakek di Aceh Timur bakar kantor Dinas Sosial

“Kami mengajak masyarakat terus memberikan informasi bila melihat dan mengetahui adanya aksi peredaran narkoba di sekitarnya. Peran masyarakat sangat penting mewujudkan Aceh Timur bebas narkotika,” kata Andy Rahmansyah.

(m/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top