Hukum

Polda Aceh Akan Periksa Sekda dan Sejumlah Pejabat Kota Lhokseumawe

Suadi dan Sofyan (Foto: Dok.MODUSACEH.CO

Lhokseumawe, Mercinews.com – Masih ingat kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya terhadap Sofyan, seorang pedagang Pasar Inpres Jalan Listrik Lhokseumawe?

Nah, kasus ini masih berlanjut di Polda Aceh. Kabarnya, tim penyidik Polda Aceh bakal turun dan melakukan pemeriksaan terhadap Sekdakot Lhokseumawe Adnan serta sejumlah pejabat Pemko Lhokseumawe lainnya.

Kabar ini mulai beredar luas dan menjadi buah bibir di masyarakat kota tersebut. Itu sejalan dengan pelimpahan kasus dari Polres Lhokseumawe ke Polda Aceh beberapa waktu lalu.

Sebelumnya memang sempat dilakukan proses dan upaya damai dalam bentuk mediasi di Polres Lhokseumawe. Namun gagal terlaksana dan tak ada titik terang penyelesaiannya.

Entah itu sebabnya, muncul kabar, Sabtu (24/10/2020) besok, tim penyidik Polda Aceh akan meminta keterangan dari Sekdakot Lhokseumawe Adnan, Kadisperindagkop Lhokseumawe Ramli, Kabag Humas Marzuki dan sejumlah pejabat kelas teras lainnya.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap pelapor Sofyan maupun saksi lainnya yaitu, Din Pase, wartawan Modusaceh.co serta seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh bernama Rizki Rahmatullah Sinabung.

Kapolda Aceh, Irjen Pol. Wahyu Widada, melalui Ditreskrimum Polda Aceh Kombes Pol. Sony Sonjaya yang dikonfirmasi via telepon selulernya, Jumat (23/10/2020), membenarkan adanya Tim Penyidik Polda Aceh, yang turun untuk menangani kasus dugaan pencemaran nama baik oleh Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya.

Baca juga:  Ngopi di Warung Saat Jam Kerja, ASN di Lhokseumawe Kocar-kacir Dirazia Satpol PP

Namun, pemeriksaan terhadap pejabat di Lhokseumawe terkait perkara itu, belum dapat dipastikan waktu yang tepat.

“Iya benar, tapi saya belum bisa pastikan waktunya dan akan saya beri kabar,” ujarnya.

Ia juga menerangkan, perkara dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya itu masih tahap penyelidikan. Artinya, pemeriksaan terhadap pejabat masih sebatas konfirmasi.

“Bila kita periksa sebagai saksi, berarti kasus ini sudah masuk tahap penyidikan,” ungkap dia.

Terkait hal itu, Sekdakot Lhokseumawe Adnan gagal dikonfirmasi lantaran tidak berada ditempat dan telepon selulernya menolak panggilan masuk.

Sementara itu, Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki mengaku belum tahu ada jadwal pemeriksaan terhadap dirinya dan sejumlah pejabat lainnya.

“Saya belum tahu itu, karena sampai saat ini tidak ada pemberitahuan apapun,” jelas dia.

Marzuki minta, untuk bisa mendapatkan keterangan lebih lanjut, agar wartawan dapat mengkonfirmasi langsung kepada Sekdakot Adnan.

Baca juga:  Punya riwayat gangguan jiwa, Keluarga Korban Amuk Massa di Teunom Melapor ke Polda Aceh

Sementara korban dugaan pencemaran nama baik Sofyan mengaku. Dirinya sudah mendapat pemberitahuan dari Tim Penyidik Polda Aceh, Sabtu (24/10/2020), akan turun ke Lhokseumawe untuk meminta keterangan dari dia.

Sofyan mengaku, dia masih menolak tawaran untuk berdamai melalui sejumlah utusan Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya dan Sekdakot Adnan.

Alasannya, karena belum ada itikad baik dari Walikota untuk minta maaf dan menyesali perbuatannya, yang telah mencemarkan nama baiknya dengan sebutan “Sofyan Hitam,” dalam sebuah forum acara di Kantor Walikota setempat.

Itu sebabnya, Sofyan melaporkan Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya ke Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe, Senin, 13 Juli 2020.

Orang nomor satu di Lhokseumawe dilaporkan atas dugaan dugaan pencemaran nama baik, tuduhan provokator serta sebutan rasis; “Sofyan Hitam”.

Mantan aktivis Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) itu mengaku telah dilecehkan dengan panggilan tadi, yang dilontarkan Walikota Lhokseumawe dalam satu rapat dengan Forkopimda setempat beberapa waktu lalu.

Dia mengaku tahu kejadian itu setelah muncul berita di media online dan juga telah memiliki rekaman perkataan tersebut.

[]

Comments