Bisnis

Pertamina Aceh: Solar tidak langka di Aceh

Antrian panjang di salah satu SPBU di Aceh Barat. Foto: AJNN.Net/

Calang, Mercinews.com – Sales Branch Manager 1 Pertamina Aceh Dimas menyampaikan bahwa tidak ada kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar di Aceh.

“Sebenarnya tidak ada kelangkaan BBM khususnya jenis solar, tapi memang ada beberapa skorsing SPBU, sehingga antriannya menumpuk di beberapa SPBU yang masih operasional,” katanya saat dihubungi Antara di Calang, Jumat (29/11/2019) terkait kelangkaan solar di beberapa tempat di Aceh.

Ia menambahkan salah satu alasan pembinaan SPBU adalah adanya pembelian yang tidak sesuai yang diperuntukan, di antaranya SPBU melayani pembelian solar dengan mobil modifikasi, dimana sekali isi bisa sampai 1 ton, alokasi solar SPBU yang dibina akan dialihkan ke SPBU yg masih beroperasi.

Baca juga:  Dyah Erti Idawati Kampanyekan Gebrak Masker ke Seluruh SKPA

“Untuk kuota penyaluran solar malah lebih, dibanding Januari-Juli 2019 malah naik dan bervariasi ada yang 32, 24 dan 16 ton,” kata Dimas.

Dimas menyampaikan salah satu sebab cepat habis BBM jenis solar dikarenakan akhir tahun biasa permintaan tinggi ditambah akhir bulan, dimana nelayan menyerbu juga di SPBU.

“Minggu ini ada 2 SPBU yang terkena pembinaan di Pidie yang masa pembinaannya sudah berakhir, sehingga antrian bisa terurai, kemudian untuk antisipasi agar tidak jadi kepanikan di masyarakat,” katanya.

Ia menginformasikan kepada masing-masing SPBU untuk memesan solar sesuai kebutuhan di lapangan dan tetap melayani solar subsidi sesuai pedoman Perpres 191 tahun 2014, jika ada SPBU melanggar ketentuan tersebut kami akan segera mendindak berupa pembinaan penghentian BBM jenis solar subsidi.

Baca juga:  Kepala Dinas Sosial Aceh Warning Pendamping PKH

Ia juga mengajak semua pihak untuk sama-sama mengawasi setiap SPBU yang ada di Aceh supaya dapat tersalurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami perlu bantuan masyarakat, pemda dan aparat kepolisian untuk bersama-sama saling mengawasi penyaluran BBM bersubsidi ini,” ajak Dimas.

Editor : Heru Dwi Suryatmojo

Comments