Aceh

Perayaan Natal di Banda Aceh Berjalan Khidmat Tanpa Rasa Takut

Perayaan misa pada malam Natal di Gereja Katolik Hati Kudus, Banda Aceh, Kamis (24/12/2020) malam.

Banda Aceh, Mercinews.com – Pria dengan baju panjang dengan corak putih menutuk seluruh tubuhnya. Ia berdiri paling depan. Dihadapannya, duduk sejumlah jemaat Gereja Katolik Hati Kudus, Banda Aceh, Kamis (24/12) malam.

Tua dan muda berkumpul bersama. Tentu dengan jarak sudah ditentukan. Mereka begitu khidmat saat Pastur Geraldus Knaofmonef berkhutbah. Betul saja, sebelum hari natal, di gereja itu diselenggaran Peringatan Misa.

Umat Kristiani berkumpul tanpa ada rasa khawatir. Takut akan ada serangan dari umat Islam tak terbayang dibenak mereka. Toleransi sudah begitu erat dijaga antar umat muslim dan kristen di daerah itu.

Kerlap-kerlib lampu warna-warni menghiasi pohon natal. Di bagian dalam gereja juga tak mau kalah. Kata-kata Merry Chrismas semakin menghiasi suasana ruangan. Para jamaah semakin khidmat melaksanakan ibadah.

Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah aturan digencarkan demi memutus mata rantai penyebaran virus corona. Perayaan misa juga tak sepadat tahun lalu. Misa kali ini dibagi atas dua sesi. Sesi pertama mulai dari jam 18.00 WIB, sampai pukul 20.00 WIB, dan sesi kedua pada Pukul 20.00 WIB, hingga pukul 22.00 WIB.

Baca juga:  Ini 30 Anggota DPRK Banda Aceh Resmi Dilantik

Register Nainggolan, salah satu jemaat mengaku meski perayaan misa kali ini tak seperti tahun kemarin, bukan menjadi penghalang untuk dia terus beribadah. Meski aturan menjaga jarak saat ibadah, baginya juga bukan masalah. Terpenting, perayaan misa kali ini ia bisa melakukannya di gereja.

“Saat pandemi, kita harus mengikuti protokol kesehatan. Kalau natal tahun lalu hanya sekali, nggak dibagi jadi dua sese,” kata Nainggolan kepada Ajnn.

Ia mengaku sudah 25 tahun lamamnya tinggal di Banda Aceh. Saat perayaan natal selalu damai. Tak ada konflik agama yang terjadi. Umat muslim sekitar gereja tidak melarang umat gereja katolik itu untuk beribadah.

Malahan, menjelang natal, banyak warga muslim disekitar membantu pengurus gereja untuk menghiasi pohon natal. Memang aturan di Aceh mengucapkan natal haram hukumnya. Namun umat muslim disitu punya cara lain untuk menjaga toleransi antar agama.

“Teman-teman muslim juga bantu-bantu menghias pohon natal. Kita hidup rukun saling menjaga satu sama lain. Walau kita beda keyakinan,” ujarnya.

Baca juga:  Tenaga Medis yang Rawat pasien Corona di Aceh Diusir Saat Hendak Pulang ke Kosan

Jarak gereja katolik hati kudus juga tak terlalu jauh dengan Masjid Baiturrahman. Dua hal ini juga yang menjadi simbol bagaimana menjaga kerukunan beragama.

Sementara itu, Pastor Geraldus Knaofmone mengatakan pelaksanaan ibadah Misa Natal tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Misa Natal dilakukan dalam dua tahap dengan membatasi jamaat yang datang ke Gereja. Hari normal Gereja Hati Kudus bisa menampung 150 jamaat. Di tengah pandemi ini hanya bisa diisi 50 hingga 70 jamaat saja.

“Untuk tahun ini banyak jamaat Katolik yang merayakan Natal di kampung halaman masing- masing, seperti Sumatera Utara, Sulawesi juga ada yang dari Flores dan Papua,” pungkasya.

[]

Sumber: Ajnn.net

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *