Olahraga

Pengurus Persiraja Resmi Hapus Logo Bank Aceh Syariah

Jersey Persiraja Banda Aceh 2020 tanpa logo Bank Aceh Syariah (Foto: Ist)

Banda Aceh, Mercinews.com – Pengurus Persiraja Banda Aceh, akhirnya resmi menghapus logo PT. Bank Aceh Syariah pada jersey (kostum) mereka, saat bertanding di  Liga I, pekan keempat yang dimulai Oktober 2020 mendatang.

Keputusan itu diambil hari ini, bersamaan dengan launching jersey baru tim Lantak Laju tersebut. Sebab, mereka telah menunggu sekian lama janji dari bank plat merah ini, untuk mensponsori (membantu) Persiraja Rp1 miliar.

Tapi janji tinggal janji, yang terjadi justeru “harapan palsu”.

Presiden Persiraja Banda Aceh H. Nazaruddin Dek Gam yang dikonfirmasi media ini melalui telpon seluler, Rabu, 23 September 2020 siang, membenarkan keputusan tersebut.

“Benar, hari ini kita launching jersey baru Persiraja dan logo Bank Aceh sudah kita hapus,” tegas Dek Gam begitu dia akrab disapa.

Sekedar informasi, PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2, akan memulai kompetisi, Oktober 2020 mendatang.

Itu sebabnya, berbagai persiapan dilakukan sejumlah klub di Indonesia. Mulai dari latihan rutin hingga kesejahteraan pemain seperti gaji dan tunjangan lainnya.

Baca juga:  Persiraja ditahan imbang Persita Tangerang di babak pertama

Persiapan serupa juga harus dilakukan Klub Persiraja Banda Aceh. Namun, masih ditemukan beberapa kendala. Misal, komitmen dari pihak ketiga atau sponsor. Salah satunya dari PT.Bank Aceh Syariah (BAS).

“Ya, dengan sangat terpaksa harus kami sampaikan kepada rakyat Aceh, khususnya pecinta Persiraja. Hingga kini, Bank Aceh Syariah belum menunaikan janjinya, membantu Persiraja,” ungkap Presiden Persiraja Banda Aceh, H. Nazaruddin (Dek Gam), Rabu siang di Banda Aceh.

Menurut anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN ini. Pihaknya sudah lama menunggu dengan berbagai janji yang disampaikan manajemen Bank Aceh.

“Tapi ya itu tadi, hingga akhir September Juni 2020, belum ada tanda-tanda bantuan tersebut disalurkan,” jelas Dek Gam.

Kata dia, kepastian tersebut sangat diperlukan sehingga pihaknya tidak terkendala dengan psikologis pengurus maupun pemain.

“Memang, kami tidak tergantung semata-mata pada bantuan Bank Aceh. Tapi, karena sudah ada komitmen sebelumnya, maka kita pertanyakan,” ulas dia.

Baca juga:  Tiket Pesawat Mahal, Persiraja Banda Aceh Wajibkan Pemain Miliki Paspor

Alasan lain sebut Dek Gam. Setiap klub akan dilakukan audit, termasuk bantuan dari sponsor. Salah satunya dari Bank Aceh Syariah, sehingga pada kostum pemain, terpasang lambang atau logo Bank Aceh Syariah.

“Apa jadinya bila logo terpasang, tapi bantuan tidak ada. Ini tentu saja akan bermasalah di kemudian hari,” tegas Dek Gam.

Itu sebabnya tegas Dek Gam kembali. Bila Bank Aceh Syariah tidak memenuhi janjinya berupa bantuan. Maka dengan sangat terpaksa, logo yang ada pada kostum atau atribut pemain akan dicopot atau hapus.

“Ketika keputusan ini saya lakukan, maka biarlah rakyat Aceh dan pecinta Persiraja yang menilainya,” papar Dek Gam.

Dia pun mengaku tak mengerti dan memahami, mengapa PT. Bank Aceh Syariah (BAS), tidak melunaskan janjinya terhadap klub kebanggaan rakyat Aceh ini

[]

 

Sumber: Modusaceh

 

Comments