Nasional

Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Sulawesi Barat

Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Sulawesi Barat/ Gempa Majene 6,2 SR, Kantor Gubernur Sulbar Ambruk, Hotel dan RS Rusak Parah

Jakarta, Mercinews.com – Gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,2 di Sulawesi Barat membuat puluhan orang meninggal dunia dan ratusan orang luka-luka. Pemerintah juga sudah menetapkan status tanggap darurat atas gempa Sulbar.

“Saat ini pagi telah ditetapkan status tanggap darurat di tingkat provinsi,” kata Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati, dalam konferensi pers di BNPB, Sabtu (16/1/2021).

Hingga saat ini, tercatat ada 46 orang meninggal dunia akibat gempa Sulbar. Rinciannya, 9 orang meninggal di Kabupaten Majene dan 37 orang meninggal di Kabupaten Mamuju.

“Selain itu, ada 826 orang luka-luka,” ujar Raditya.

Kepala BNPB Doni Monardo sudah menyerahkan bantuan senilai Rp 4 miliar. Dengan rincian Rp 2 miliar untuk provinsi, dan masing-masing Rp 1 miliar untuk Kabupaten Majene dan Mamuju.

“Kepala BNPB menyerahkan bantuan Rp 4 miliar, yaitu Rp 2 miliar untuk provinsi dan masing-masing Rp 1 miliar untuk kabupaten Majene dan Mamuju,” kata Raditya.

Baca juga:  Gempa di Maluku Utara Dirasakan Hingga ke Kota Ambon

Gempa dengan magnitudo (M) 6,2 mengguncang Majene dan juga berdampak ke ibu kota Sulbar di Mamuju. Gempa terjadi hari Jumat (15/1) pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

Berdasarkan data per 16 Januari 2021 pukul 02.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan 189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat pascagempa M 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat.

Saat ini pasien yang dirawat di rumah sakit terdampak juga telah dievakuasi sementara ke RS Lapangan.

Selain itu, korban meninggal akibat gempa tersebut mencapai 42 orang, dengan rincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane.

Baca juga:  Gempa 5,0 SR Guncang Pidie Jaya, Dirasakan hingga Banda Aceh

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta beroordinasi dengan TNI – Polri, Basarnas, relawan dan instansi terkait dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa tersebut.

Hingga saat ini, Kabupaten Majene masih dilakukan proses perbaikan arus listrik sehingga seluruh wilayah masih dalam keadaan padam. Sedangkan sebagian wilayah di Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik dan sebagian lainnya masih mengalami gangguan.

Guna mencegah potensi penularan COVID-19 pada lokasi terdampak bencana, Kementerian Kesehatan juga telah mengaktifkan klaster kesehatan yang terletak di Kabupaten Mamuju dengan menyediakan 25 ambulans, tenda, peralatan ortopedi, obat-obatan ortopedi dan logistik berupa masker bedah 50.000 pcs dan masker kain 20.000 pcs.

[]

 

Sumber: detikcom

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *