Pejuang Hamas Salahkan Biden atas Operasi Militer Israel di RS Al-Shifa

Rabu, 15 November 2023 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaza, Mercinews.com – Pejuang Palestina Hamas menegaskan bahwa mereka menganggap “pasukan pendudukan (Israel) dan Presiden (Amerika Serikat Joe) Biden bertanggung jawab penuh atas serangan tentara pendudukan di kompleks Rumah Sakit Al-Shifa” di Jalur Gaza hari Rabu ini, (15/11/2023).

Di waktu bersamaan, pihak rumah sakit terbesar di Gaza itu mengatakan bahwa tank dan buldoser Israel kini sudah berada di dalam kompleks.

Hamas mengatakan pada Rabu pagi bahwa pernyataan intelijen AS terkait tuduhan Hamas melakukan operasi militer di Rumah Sakit Al-Shifa merupakan “lampu hijau” bagi Israel untuk melancarkan serangan ke fasilitas medis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengadopsian narasi palsu (Israel) oleh Gedung Putih dan Pentagon, yang mengeklaim bahwa gerakan perlawanan kami menggunakan kompleks medis Al-Shifa untuk tujuan militer, adalah lampu hijau bagi pasukan pendudukan untuk melakukan lebih banyak pembantaian terhadap warga sipil,” kata pernyataan Hamas, seperti dilansir dari TRT World.

Baca Juga:  Biden tiba di Prancis untuk memperingati 80 tahun pendaratan di Normandia

Hamas, otoritas kesehatan Gaza, dan direktur Rumah Sakit Al-Shifa sama-sama membantah bahwa kelompok pejuang menyembunyikan infrastruktur militer di dalam atau di bawah kompleks tersebut. Mereka juga mengaku akan menyambut baik tim inspeksi internasional.

Terlepas dari terbukti atau tidaknya Hamas menggunakan rumah sakit sebagai pos militer, Direktur Human Rights Watch (HRW) Israel dan Palestina, Omar Shakir, mengatakan bahwa sesuai hukum internasional, seharusnya ada peringatan efektif terlebih dahulu sebelum melancarkan serangan.

Baca Juga:  Biden muncul di depan umum pertama kalinya sejak mengundurkan diri dari pilpres AS

Hamas mengecam keras operasi militer Israel di Rumah Sakit Al-Shifa hari ini, dan meminta pertanggung jawaban Washington atas peristiwa tersebut.

“Meminta pendudukan (Israel) dan Presiden Biden bertanggung jawab penuh atas serangan tentara pendudukan terhadap kompleks medis Al-Shifa,” tegas Hamas.

Kami menganggap pasukan pendudukan bertanggung jawab penuh atas nyawa staf medis, pasien, dan pengungsi di Al-Shifa,” tambah Menteri Kesehatan Otoritas Palestina, Mai Alkaila.

Rumah Sakit Al-Shifa Terkepung
Akibat dari operasi militer Israel di Al-Shifa hari ini, pihak berwenang Gaza mengatakan sekitar 650 pasien dan 5.000 hingga 7.000 warga sipil lainnya terjebak di dalam halaman rumah sakit, di bawah serangan penembak jitu dan drone Israel.

Kantor media Gaza mengatakan 40 pasien meninggal dalam lima hari terakhir di tengah pengepungan Israel dan kekurangan bahan bakar.

Baca Juga:  Menlu RI Desak OKI Lebih Tegas dalam Isu Palestina

Delapan puluh dua orang dimakamkan di kuburan massal di dalam kompleks medis karena kerasnya pendudukan, yang masih mengepung rumah sakit tersebut,” sebut Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Dr Munir al Bursh.

Warga Palestina yang terjebak di rumah sakit menggali kuburan massal untuk menguburkan pasien yang meninggal, dan tidak ada rencana untuk mengevakuasi bayi meski Israel mengumumkan tawaran untuk mengirimkan inkubator portabel, kata Ashraf al Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza.

Qidra mengatakan ada sekitar 100 mayat membusuk di dalam rumah sakit, dan tidak ada cara untuk mengeluarkannya saat ini.[]

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB