Panglima TNI: Pembunuh Imam Masykur Akan Dihukum Mati atau Penjara Seumur Hidup

Senin, 28 Agustus 2023 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan akan mengawal kasus penculikan berujung pembunuhan terhadap Imam Masykur yang dilakukan oleh anggota TNI aktif dari kesatuan Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres, Praka RM, dan dua rekannya. Yudo menyatakan ketiga pelaku bisa mendapatkan maksimal hukuman mati atau minimal penjara seumur hidup.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksamana Muda Julius Widjojono, mengatakan Panglima TNI menyampaikan keprihatinannya atas kasus ini. Yudo, kata Julius, bertekad akan mengawal kasus ini agar pelaku dihukum berat.

“Panglima TNI prihatin dan akan mengawal kasus ini agar pelaku dihukum berat, maksimal hukuman mati, minimal hukuman seumur hidup, dan pasti dipecat dari TNI karena termasuk tindak pidana berat melakukan perencanaan pembunuhan,” kata Julius kepada Tempo, Senin, 28 Agustus 2023.

Praka RM dan dua anggota TNI lainnya yang bertugas di Direktorat Topografi TNI AD dan Kodam Iskandar Muda telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penculikan, penganiayaan dan pembunuhan terhadap Imam Masykur.

Penculikan itu terjadi di toko kosmetik yang dijaga Imam di Jalan Sandratek, RT 02/06, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatanpada Sabtu, 12 Agustus 2023.

Menculik untuk minta tebusan
Komandan Polisi Militer Kodam Jaya (Danpomdam Jaya) Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan ketiganya mengaku menculik Imam karena alasan ekonomi. Mereka ingin meminta tebusan kepada keluarga Imam Masykur.

Irsyad menyatakan, Praka RM dan dua rekannya tidak mengenal Imam atau punya masalah sebelumnya. Hanya saja, mereka mengklaim Imam sebagai penjual obat ilegal. Hal itu yang membuat ketiganya kemudian menilai Imam tak akan melapor ke polisi jika diculik.

Baca Juga:  Lepaskan Tembakkan Senjata ke Udara, Polisi di Bireuen Nyaris Diamuk Suporter Bola

“(Motifnya) Uang tebusan,” kata Irsyad saat dihubungi, Senin, 28 Agustus 2023.

Irsyad membenarkan Praka RM cs sempat meminta tebusan sebesar Rp 50 juta kepada keluarga Imam. Namun karena keluarganya tidak menyanggupi, mereka terus memukuli korban hingga tewas.

Keluarga tak punya uang untuk tebus Imam
Imam Masykur merupakan warga asal Mon Keulayu, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang bekerja sebagai penjaga toko kosmetik. Dia baru tinggal dan mengadu nasib di Kota Tangerang Selatan beberapa bulan belakangan ini. Dirinya menjual kosmetik dan obat-obatan di kios berukuran 3×5 meter.

Kabar penculikan Imam tersiar ramai di berbagai media sosial. Bahkan sepupu Imam, Said Sulaiman, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. Said mengaku sempat dihubungi Imam pada malam hari setelah penculikan tersebut. Menurut dia, Imam meminta uang tebusan sebesar Rp 50 juta.

Baca Juga:  KIP Bireuen Lantik 1.827 Anggota PPS dari 17 kecamatan

“Jam 8 (malam) dia (Imam) itu telepon, katanya udah dianiaya saya udah di pukul dia minta tebusan minta duit 50 juta. Saya bilang lah kalau segitu gak ada duit. Dia juga bilang ke saya sedikit lagi mau mati,” kata Said saat dihubungi, Ahad, 27 Agustus 2023.

Dalam video yang beredar di media sosial, sempat terlihat Imam Masykur meringis kesakitan saat disiksa dan dipukul di bagian punggung. Anggota Paspampres dan dua rekannya yang menjadi pelaku penyiksaan pun kini telah ditahan oleh Pomdam Jaya. []

 

Sumber:Tempo

Berita Terkait

PBNU tegaskan larangan kerja sama dengan lembaga terafiliasi Israel
Usai kalah Lawan Pegi Setiawan di Praperadilan, Kapolri Tetap Usut Kasus Vina Cirebon
Gus Yahya Minta Maaf terkait 5 Aktivis NU Temui Presiden Israel Isaac Herzog
Pejuang subuh masjid raya pondok indah serahkan donasi kemanusiaan Gaza melalui MER-C
Lima Kader Nahdliyin Terancam Dipecat PBNU Buntut Temui Presiden Israel
PBNU akan panggil lima nahdiyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog
Bahlil Ungkap Progres di IKN Jelang Upacara Kemerdekaan RI pada 17 Agustus
Polri hargai kritik Wapres Ma’ruf Amin mengenai kasus Pegi Setiawan

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 00:30 WIB

PBNU tegaskan larangan kerja sama dengan lembaga terafiliasi Israel

Rabu, 17 Juli 2024 - 19:58 WIB

Usai kalah Lawan Pegi Setiawan di Praperadilan, Kapolri Tetap Usut Kasus Vina Cirebon

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:20 WIB

Gus Yahya Minta Maaf terkait 5 Aktivis NU Temui Presiden Israel Isaac Herzog

Selasa, 16 Juli 2024 - 18:29 WIB

Pejuang subuh masjid raya pondok indah serahkan donasi kemanusiaan Gaza melalui MER-C

Senin, 15 Juli 2024 - 18:04 WIB

Lima Kader Nahdliyin Terancam Dipecat PBNU Buntut Temui Presiden Israel

Berita Terbaru

Sekretaris Jenderal NasDem Hermawi Taslim (kanan) bersama Anies Baswedan (tengah) di NasDem Tower, Jakarta, Senin (22/7/2024).  ANTARA/Narda Margaretha Sinambela.

Politik

NasDem usung Anies Baswedan untuk Pilgub DKI Jakarta 2024

Senin, 22 Jul 2024 - 22:23 WIB