Daerah

ODP Covid-19 Terus Bertambah di Sumut jadi 763, Edy Minta Usaha tutup 2 Minggu

GUBERNUR Sumatera Utara, Edy Rahmayadi - TRIBUN MEDAN/VICTORY

Medan, Mercinews.com – Sumatera Utara ( Sumut) Edy Rahmayadi per Senin (23/3/2020) telah mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sementara operasional kegiatan industri pariwisata untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang kini semakin meluas di Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan  Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara Riadil Akhir Lubis saat konferensi pers via live streaming di YouTube milik Humas Sumut pada Senin (23/3/2020) sore.

Dia berharap seluruh elemen masyarakat mematuhi dan meningkatkan kewaspadaannya terhadap virus ini.

“Data kita, terjadi peningkatan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 763 orang.  Tentunya dari Gugus Tugas mengimbau kepada seluruh masyarakat komponen lembaga untuk melakukan pembersihan lingkungan pada usaha masing-masing,” katanya.

Dikatakannya, pembersihan itu misalnya dengan penyemprotan disinfektan serta melakukan sosialisasi kepada karyawan di lokasi-lokasi.

Begitu juga di tingkat masyarakat mulai dari lingkungan, dusun, desa, dan seterusnya.

Minta ditutup selama dua minggu

Dijelaskannya, usaha-usaha yang ditutup sementara mulai Senin (23/3/2020) hingga dua minggu ke depan, yakni: klub malam, diskotek, pub, karaoke, bar atau rumah minum, panti pijat/oukup, spa, bioskop, bola gelinding, bola sodok, mandi uap, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan dunia usaha industri pariwisata.

“Ini kita minta dari Gugus Tugas, perintah Gubernur Sumatera Utara, dan kita sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Satpol PP dan lainnya untuk melakukan tindakan tegas terhadap yang tidak mematuhi surat edaran  Gubernur Sumatera Utara untuk penutupan sementara ini,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada penyelenggara MICE, (meeting, incentif, convention and exhibition) seperti hotel, balai pertemuan, untuk menunda sementara semua kegiatan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Bila ingin berkoordinasi terhadap kesehatan dapat menghubungi call center dinas kesehatan melalui call center nomor 082164902482,” katanya.

Siaga darurat bisa diperpanjang

Jika terjadi eskalasi jumlah Pasien Dalam Palemantauan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP), pihaknya akan memperpanjang siaga darurat sampai 29 Mei 2020 mendatang.

Baca juga:  Cegah Covid-19, Bupati Aceh Besar Minta Bandara SIM Ditutup

Antisipasi kesiapan untuk melayani kesehatan masyarakat jika terjadi kasus ODP dan PDP, Gubernur dan tim sudah dan sedang menyiapkan beberapa rumah sakit untuk menampung PDP.

Pertama, saat ini sudah disiapkan rumah sakit rujukan untuk PDP di Rumah Sakit GL Tobing milik PTPN II di Tanjung Morawa, RS Marta Friska di Multatuli dan Pulo Brayan,  serta RS Sari Mutiara Medan.

Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan bangunan atau Pusdiklat Provinsi, wisma atlet di Jalan Pancing, Deli Serdang, SPN di Jalan Bhayangkara.

“Dan kalau kalau terjadi ekslasai akan gunakan Asrama Haji, ini arahan gubernur. Ini kalau terjadi ledakan ODP dan PDP. Banyak lagi bangunan yang akan kita manfaatkan,” katanya.

Jumlah ODP Covid-19 Sumut

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait virus Corona atau Covid-19 di Sumatera Utara naik signifikan dalam tempo satu hari.

Data terbaru per Senin (23/3/2020), ODP Covid-19 di Sumut berjumlah 763 orang.

Angka ini naik hingga 270 orang dari hari sebelumnya, Minggu (22/3/2020) yang hanya berjumlah 496 ODP Covid-19 di Sumut.

Selain pasien ODP, Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis juga menyebutkan angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga naik menjadi 50 orang.

“Data pasien dalam pengawasan hari ini (Senin) berjumlah 50 orang terdiri dari 25 rumah sakit di kabupaten/kota baik swasta maupun negeri. Untuk orang dalam pemantauan yang melapor terjadi kenaikan hari ini menjad 763 orang, dari yang kemarin (Minggu) itu 496 orang,” jelasnya.

Riadil mengatakan, para PDP tersebut dirawat di 25 rumah sakit yang ada di 6 kabupaten/kota.

Sementara PDP yang dipulangkan karena sudah dinyatakan negatif, berjumlah 6 pasien .

“Semua pasien PDP dirawat di 6 kabupaten/kota. Sedangkan PDP yang sudah dipulangkan ada enam orang, karena sudah dinyatakan negatif,” tambahnya.

Baca juga:  Mahfud Md: Tarawih Sunah, Menghindari Penyakit Itu Wajib

Riadil menyampaikannya bahwa pasien positif Covid-19 tidak bertambah dari angka sebelumnya, yakni dua orang di mana satu pasien telah meninggal.

PDP positif itu data kita tidak berkembang, hanya berdua, tidak bertambah. Di mana yang satu sudah meninggal dunia dan satu lagi masih dalam perawatan sampai hari ini,” ujarnya.

Pasien Meninggal Berstatus PDP

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menjelaskan bahwa pasien yang meninggal pada Senin (23/3/2020), berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

“Pada hari ini ada kenaikan PDP menjadi 50 orang, dan satu orang dari PDP ada yang meninggal hari ini. Mudah-mudahan ini 50 orang ini bisa kita rawat dengan baik dan sembuh. Kita harapkan akan semakin banyak yang sembuh,” katanya.

Alwi membeberkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami lonjakan drastis hingga ratusan orang.

Dari 496 Orang Dalam Pemantauan (ODP), kini menjadi 763 orang.

Hal ini dijelaskan Kadis Kesehatan Alwi, karena pihaknya melacak para keluarga dan orang terdekat yang telah positif terinfeksi virus Corona.

“Sekarang ada 763 ODP. Jadi ada kenaikan sekitar 35 persen. ODP ini kami dapatkan melalui penelitian epidemologi atau tracing yang dilakukan kepada orang yang memiliki kontak erat dari seluruh yang positif,” ujarnya.

“Jadi jumlah ini membuktikan bahwa tim di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sudah melakukan tugasnya dengan melakukan penelitian penyelidikan epidemiologi dengan baik. Dengan mendapatkan semakin bertambah (ODP) ini,” imbuhnya.

Alwi menyebutkan apabila semakin banyak pasien ODP yang diidentifikasi, maka kemungkinan besar rantai penyebaran Covid-19 dapat dihentikan.

“Kita bisa berkontribusi dalam memutus rantai penularan yang akan terjadi. Tapi tentunya ditambah perilaku masyarakat seperti sosial distancing atau menjaga jarak 1 meter dari yang lainnya, kemudian tidak berkeliaran. Kalau tidak perlu silakan tetap di rumah,” tegasnya.

[m/news]

Sumber: Tribun medan

Comments