Menlu China Desak PBB Segera Akui Palestina sebagai Anggota Penuh di PBB

Selasa, 23 April 2024 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi, menekankan pentingnya segera mengakui Palestina sebagai anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal ini disampaikan Wang saat kunjungan di Port Moresby, Papua Nugini, pada Sabtu (20/4/2024), dalam konferensi pers bersama Menlu Papua Nugini, Justin Tkatchenko.

Wang Yi mengatakan pengakuan Palestina sebagai anggota penuh PBB adalah langkah esensial untuk mengoreksi ketidakadilan historis yang telah berlangsung lama. Ini merupakan kewajiban internasional yang harus dipenuhi oleh seluruh negara anggota PBB.

PBB harus menjalankan peranannya dalam menanggapi tantangan global, dan Dewan Keamanan PBB harus bekerja keras dalam memelihara perdamaian dan keamanan dunia,” ujar Wang Yi, dikutip dari Xinhua, Selasa (23/4/2024).

Wang Yi juga menyoroti rasa ketidakpuasan dan kekecewaan komunitas internasional terhadap Amerika Serikat (AS) yang menggunakan hak veto untuk menolak keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Baca Juga:  AS Sebut Rusia dan Korea Utara merencanakan Kejutan Oktober untuk Membantu Trump?

Wang Yi menegaskan keanggotaan Palestina di PBB seharusnya bukan hasil dari negosiasi antara Israel dan Palestina. Sebaliknya, ini harus diberikan kepada Palestina sebagai prasyarat setara untuk memulai negosiasi, yang merupakan langkah kunci menuju solusi dua negara.

Baca Juga:  Prancis Kecam Kekerasan yang Dilakukan Warga Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat

Namun, Wang Yi menilai bahwa AS kembali menentang moralitas internasional dan komunitas internasional, meninggalkan catatan yang tidak terhormat dalam sejarah. Meski kondisi saat ini belum mendukung penuh bagi Palestina untuk menjadi anggota PBB, keadilan harus tetap diupayakan.

“AS harus menunjukkan dukungannya terhadap solusi dua negara dan bertindak sesuai untuk mewujudkan keadilan yang telah lama dinantikan,” tutur Wang Yi.[]

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Senin, 1 Juni 2026 - 16:48 WIB

Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS

Berita Terbaru