Nasional

Menkeu Sri Mulyani: Tingkatkan manfaat barang milik negara untuk atasi Covid-19

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (ANTARA/HO-Kemenkeu/pri)

Jakarta, Mercinews.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta agar manfaat dan peran dari Barang Milik Negara (BMN) serta Barang Milik Daerah (BMD) dapat ditingkatkan untuk menangani COVID-19.

“Dengan kondisi saat ini peran nyata BMN dan BMD adalah sangat penting. Kita harus mengupayakan agar tidak menjadi sia-sia atau tidak bermanfaat,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa.

Menurut Sri Mulyani, banyak BMN maupun BMD yang bisa dimanfaatkan secara optimal dalam kondisi penanganan COVID-19 seperti sebagai ruang isolasi hingga fasilitas observasi dan perawatan.

Ia mencontohkan BMN maupun BMD yang telah dimanfaatkan untuk penanganan COVID-19 adalah Pulau Galang, Wisma Atlet, Asrama Haji Pondok Gede, dan sebagainya.

Baca juga:  Tak diizinkan bersandar kapal cargo China berlabuh di tengah laut Calang

“Kita semuanya memanfaatkan di dalam rangka untuk menangani COVID-19,” ujarnya.

Ia berharap Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda) terus melakukan peningkatan pemanfaatan barang milik negara ini sehingga tidak hanya berfungsi untuk pemerintahan namun juga bagi masyarakat serta ekonomi.

“Peranan barang milik negara sangat penting dalam perekonomian kita dan harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Sementara itu, Sri Mulyani menyatakan penilaian BMN pada tahun lalu yang telah diaudit oleh BPK RI menyebabkan peningkatan nilai aset tetap dalam neraca LKPP dari Rp1.931,1 triliun menjadi Rp5.949,9 triliun.

Baca juga:  Ini Alasan Amien Rais dan Din Syamsuddin Gugat Perppu Corona Covid-19

“Peningkatan nilai menunjukkan adanya perubahan di dalam nilai pasar itu. Ini menggambarkan nilai dari upaya kita di dalam menggunakan keuangan negara secara bertanggung jawab,” katanya.

Ia melanjutkan peningkatan nilai tersebut juga meningkatkan nilai aset milik pemerintah pusat dari yang sebelumnya Rp6.325,3 triliun sekarang menjadi Rp10.467,5 triliun.

“Saya berterima kasih kepada seluruh K/L yang telah terus memperbaiki penata-usahaan dan melakukan update penilaian terhadap BMN sebagai wujud dari akuntabilitas kita,” katanya.

[]

Sumber: Antara

Comments