Hukum

Mengaku Wartawan dan Peras Warga, Polisi Tangkap 2 Pria di Aceh Tenggara

Kedua pelaku adalah QY (26) warga Desa Kute Chingkam II, Kecamatan Lawe Alas dan R (19) warga desa Kute Lang Lang, Kecamatan Bambel

Kutacane, Mercinews.com – Personil Tipikor Satreskrim Polres Aceh Tenggara menangkap dua pria di Desa Perapat Titi Panjang, Kecamatan Babussalam.

Kedua pelaku adalah QY (26) warga Desa Kute Chingkam II, Kecamatan Lawe Alas dan R (19) warga desa Kute Lang Lang, Kecamatan Bambel.

Pemerasan itu terjadi pada Sabtu, 19 Desember 2020 lalu terhadap YN (27) wanita asal Desa Penampaan, Kecamatan Deleng Pokhison.

Awalnya, saat itu korban baru menerima uang dari saudaranya senilai Rp 300 ribu di depan salah satu Bank BRI di Kutacane.

“Menrut korban uang itu diterimanya sebagai bentuk terima kasih dari pakciknya karena telah membantu mengurus pencairan dana bantuan UMKM-nya,” kata Kapolres Aceh Tenggara melalui Kasat Reskrim AKP Suparwanto, Kamis (24/12/2020).

Baca juga:  Proyek Jembatan Rangka Baja di Aceh Tenggara Ambruk

Ternyata tak jauh dari lokasi, kedua pelaku telah memantau korban dan langsung mendatanginya.

Mereka meminta sebagian uang tersebut dengan mengaku sebagai wartawan.

“Jika tak mau memberikan uang itu, mereka mengancam akan memuat di koran foto korban saat mengambil uang tersebut,” katanya.

“Belakang setelah kami selidiki, ternyata bukan wartawan.”

Korban yang ketakutan fotonya dimuat kemudian meminta nomor handphone pelaku, dan berjanji akan menghubungi.

Baca juga:  Kantor Persatuan Wartawan Indonesia Aceh Tenggara Dibakar OTK

Sekitar satu jam kemudian mereka bertemu di depan salah satu warung bakso di kawasan tersebut.

Lantas korban menyerahkan Rp 200 ribu kepada kedua pelaku.

“Petugas kami yang telah mengetahui informasi tersebut langsung meringkus kedua pelaku, termasuk mengamankan korban,” katanya.

Polisi turut mengamankan uang itu sebagai barang bukti.

Saat ini polisi telah menahan kedua pelaku di Mapolres Aceh Tenggara untuk dilakukan penyidikan.

“Kasus ini akan kami kembangkan lebih lanjut, baik pelaku maupun terhadap korban tersebut,” katanya.

[]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *